Another Love.....Kyu-Hwi [Eottheoke......?] = PART 7
TITLE : ∆NOTHER LOVE
GENRE : MARRIED LIFE (MAYBE)
RATING : PG-17
CAST : CHO KYU HYUN - LEE HIU HWI
The real story from @fevriercin
part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=460654983983112&refid=21
part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=457901844258426&refid=21
part 3 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=461558417226102&refid=21
part 4 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464598356922108&refid=21
part 5 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21
part 6 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21
tambahan buat yang suka baca ff dance music & love
part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464962263552384&refid=21
part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=476380252410585&refid=21
Part 7 (Eottheoke….)
Hiu hwi melihat pantulan dirinya di cermin, belum banyak berubah. Tubuhnya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perut buncit seperti wanita hamil. Terang saja karena usia kandungannya masih 2 bulan. Senyum tercetak jelas di wajahnya, entah kenapa ia menantikan moment perubahan tubuhnya. Ia tak sabar melihat perutnya membucit pertanda bayinya tumbuh dengan baik, karena sejujurnya ia tak pernah peduli dengan tubuhnya. Sebelum ia bersama dengan kenangan buruk itu.
“NNNOOONNNAAAAAA..!!!!” pekikan yang sudah biasa ia dengar kembali menggema seperti biasanya. Gyeol, bocah yang tinggal bersamanya juga Kyuhyun––suami kontraknya. Kehadiran Gyeol sangat berpengaruh untuknya, karena secara tak langsung ia belajar merawat anak kecil.
Ia melirik jam analog yang ada di samping nakas tempat tidur yang selalu Kyuhyun tempati. Pantas saja suara bocah itu sudah nyaring, ternyata ia sudah pulang sekolah. Semenjak usia kandungannya menginjak bulan ke dua, Kyuhyun melarangnya untuk mengantar-jemput Gyeol karena takut kandungannya lelah. Tentu saja pria itu mengkhawatirkan kandungannya, karena di dalam sana benda hidup tengah bergantung pada tubuhnya. Tapi sayang pria itu hanya khawatir pada benda hidup itu, tidak padanya. Hey memangnya ia siapa ? Hanya istri kontraknya bukan ?
“Eoh, wasseyo…” Hiu hwi berjongkok di depan Gyeol yang terlihat sangat lelah namun tak pernah luput dnegan senyum manis tercela karena ia baru saja kehilangan gigi taringnya kemarin.
Gyeol mengangguk semangat dan mencium pipi Hiu hwi “Noona…Gyeol lelah” bocah itu memeluk manja Hiu hwi, menaruh kepalanya di bahu hangat wanita itu. Tempat ternyaman Gyeol di tubuh wanita itu.
Hiu hwi mengusap lembut punggung Gyeol “Kalau begitu makan dulu baru tidur siang, ok ?”
Gyeol melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pipi Hiu hwi dengan tangan mungilnya, bocah yang romantis “Gyeol tidak mau tidul siang !”
“Wae ?”
“Gyeol mau Popo !” kata bocah itu sambil memajukan bibirnya dnegan seseksi mungkin. Oh lihat bagaimana bibir mungil merah muda itu bahkan bisa maju lebih dari 5 cm.
Hiu hwi tampak geli melihat tingkah Gyeol yang memang terlewat maxim itu, benar adanya jika Kyuhyun memberikan julukan pada bocah itu “Tubuh minim, otak maxim” karena umur seminim Gyeol pun tahu bagaimana cara merayu wanita untuk meminta ciuman.
“Tadi merayu lagi, eoh ?”
“Ani ! Gyeol memang lelah noona.” elak bocah itu semakin mendekatkan jarak wajah mereka
Hiu hwi melipat silang tangannya di depan dada, menatap bocah itu intens “Kau tahu, dimana pun itu jika lelah ya harus tidur !”
“Noona tak tahu ? Gyeol itu pangelan yang hanya satu-satunya di dunia ini. Hanya Gyeol yang bisa melakukan apapun dan olang lain tak bisa ! Kalena Gyeol pangelan !”
“Geurom, Kalau kau pangeran lalu dimana kuda mu ?”
“Kuda Gyeol sedang tak di sini”
Hiu hwi mengangkat satu alisnya “Eodi ?”
“SM. Enteltaiment. Supel Juniol. Kuda Gyeol ada di situ.” sombongnya dengan menirukan gaya Hiu hwi, melipat tangan mungil di depan dadanya yang dipaksakan membusung seperti pria sejati, ia tahu itu dari Kyuhyun katanya pria sejati selalu membusungkan dadanya dan mempesona. Tapi anehnya Gyeol menambahkan gayanya itu dengan bibir mungil yang maju lebih dari tadi.
“Nugu ?”
“Noona tak tahu ? Kuda Gyeol itu sangat telkenal noona, tapi sayang ia terlalu gemuk” kali ini bocah itu menirukan gaya badut dengan membusungkan perutnya yang yah bisa di bilang buncit seperti garlfield si kucing malas dan menepuk-nepuknya. Sangat mirip seperti Ahjussi tua yang sudah bersejarah.
Hiu hwi tergelak karena Gyeol menirukan banyak tingkah yang konyol, ini salah satu arti kehadiran Gyeol di rumah ini, selalu membuatnya ringan setiap harinya. Berbeda sekali dengan Hyungnya, yang kaku dan tak berperasaan.
“Kau sedang mengatai Hyung mu sendiri, eoh ?”
Setelah mendengar perkatan Hiu hwi, Gyeol tergelak karena wanita itu salah sangka. Siapa juga yang mau membicarakan orang menyebalkan itu. Gyeol berdecak pinggang dan mundur beberapa langkah.
“Yak ! Noona ! Siapa yang membicalakan Appa kucing itu !” yah itu adalah panggilan Gyeol pada Kyuhyun karena setiap Kyuhyun selesai makan pria itu akan duduk di sofa lalu memainkan PSP atau laptopnya. Kyuhyun Appa kucing, dan dirinya Anak Kucing. Karena mereka sama.
“Eoh….” Hiu hwi linglung
“Kenapa di pikilan mu hanya ada Appa kucing menyebalkan itu ? Jangan katakan kalau Noona melindukan Hyung ? Aish ! Cinca ! Noona ! Kenapa halus Hyung, kau tak lihat di depan mu ini ada Pangelan tampan yang dengan sukalela memeluk mu bahkan ia membelikan bibil telseksinya pada mu. Noona kau sungguh kelewatan” inilah kebiasaan Gyeol yang juga sama dengan Kyuhyun, cerewet.
“Kau tahu, kau terdengar seperti pangeran murahan. Mana mungkin pangeran seperti, seharusnya kau melindungi semua yang kau miliki, Gyeol” kini giliran Hiu hwi yang cerewet menyudutkan sang Pangeran anak kucing itu. Gyeol tampak tak berdaya seakan SKATMAT dengan ucapan Hiu hwi. Apa benar ia terdengar seperti itu ?
“Noona jangan salah sangka, Gyeol hanya melakukan itu untuk Noona. Tapi kalena Noona sudah menolak…Geure jangan halap Noona mendapatkannya sekali pun Noona bellutut di kaki emas Gyeol. Arrachi ?!” KLOP ! muncullah sifat yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat mirip dengan Kyuhyun. Pria diktator ! Gyeol mengambil tasnya yang tadi ia buang sembara di bawah sofa dan berjalan meninggalkan Hiu hwi yang masih diam. Ia menghentakkan kakinya kesal dan susah payah menggapai daun pintu kamar, Hiu hwi yang kasian pun akhirnya bangkit
“Gyeol tak butuh bantuan Noona !” katanya dingin, Hiu hwi terperangah. Ini pertama kalinya bocah itu berbicara dingin padanya, biasanya bocah itu hanya seperti itu pada Kyuhyun jika sedang bertengkar. Sebelumnya Gyeol tak pernah marah padanya.
BBBRRAAKKK !
“Gyeolll….” lirih Hiu hwi memanggil bocah itu dari luar, bisa saja ia masuk ke kamar karena bagaimana pun itu juga kamarnya dan tak di kunci pula.
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Malam datang dan Kyuhyun sudah kembali ke Apartemen tepat jam makan malam. Entah kenapa akhir-akhir ini ia sering pulang cepat. Hiu hwi tampak terduduk lemas di meja makan tak berselera dengan makanan yang di buatnya sendiri. Kyuhyun bahkan melahapnya dengan nikmat, tapi ia enggan.
“Waeyo ? Kenapa wajah seperti ibu babi yang kesepian seperti itu ?” tanya Kyuhyun masih dengan makanan di dalam mulutnya, bahkan keluar beberapa. Sungguh jorok pria ini.
Hiu hwi memilih diam tak meladeni teguran pria itu, karena kesal bagaimana bisa pria itu tak menyadari sesuatu celah diantara mereka.
“Yak ! Aku sedang bertanya pada mu. Kenapa kau tak memakan makanan mu ? Kau tak suka ? Lalu kenapa memasaknya ? Menghabiskan uang ku saja !” Kyuhyun terus berbicara yang menurut Hiu hwi persisi seperti Ahjuma-Ahjumma yang sedang kehilangan uang bulanan dari Nampyeon-nya atau mungkin sedang menawar sayuran yang memang sudah pas harga namun tetap di tawar, dasar Ahjuma….
“Aku akan membujuk Gyeol lagi” Hiu hwi tampak pasrah karena pusing mendengarkan ocehan Kyuhyun yang masih sama, seputar prioritas berbelanja. Ia bangkit dengan tumpuan ujung meja karena terlalu lemas untuk berdiri, Kyuhyun yang melihatnya risih berniat membantu namun wanita itu sudah berjalan walau tampak memaksakan.
“Eoh, Gyeol ? Kemana bocah itu ? Kenapa tak ikut makan bersama ? Apa ia mendahului ku lagi memakan masakan yang lebih enak ?” tanya Kyuhyun yang melihat Hiu hwi di depan ointu kamar mereka
Hiu hwi menoleh malas dan tersenyum kecut “Bahkan kau baru menyadarinya” gumamnya kesal. Ia mengetuk pintu dan memanggil nama Gyeol, tapi tak ada sahutan. Ia khawatir karena bocah itu pun belum makan sejak siang tadi sama sepertinya. Hiu hwi akhirnya membuka pintu dan disambut dengan kegelapan. Bocah itu berani dengan gelap ?
Hiu hwi berjalan dengan hati-hati karena takut menginjak benda di lantai. Ia melihat ke arah tempat tidur yang terdengar suara bising tertahan. Ia melihat sebuah cahaya di sana, tapi sayang tertutupi selimut. Pantas saja bocah itu berani tak menghidupkan lampu kamar ternyata ia mendapatkan penerangan dari PSPnya, dan suara bising itu tentu saja bocah itu tengah sibuk dengan benda kesayangannya.
“Gyeol-ah…..” lirih Hiu hwi yang sudah terduduk di tempat tidur, ia mengusap selimut bercaha itu dan mendpaat reaksi penolakan karena cahaya itu berpindah membelakanginya.
“Kau masih marah ?” suaranya terdnegar sangat menyedihkan, ia lelah karena kelaparan namun tak nafsu mengingat bocah ini pun sama sepertinya. Ia merasa seperti sudah memiliki ikatan tali yang kuat dnegan bocah itu, ia menyayangi bocah ini.
“Gyeol-ah….Mianhae….” ia mengusap punggung kecil itu dengan lembut tapi tetap saja mendapat penolakan. Ia menyerah, dibaringkannya tubuh lemas itu di tempat tidur, ia juga ingin berbaring. Ia menghadapa Gyeol yang masih memunggunginya.
“Gyeol…Mianahae…” Bahkan kini ia merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukan hangatnya, ia rasa suhu tubuhnya meningkat.
Gyeol menegang karena Hiu hwi memeluknya, wanita itu berani melakukan skinship yang biasanya ia lakukan duluan. Saat ini kekesalannya masih berdominan, karena wanita itu dengan terangnya menolaknya.
“Kau tahu, Noona bahkan tak makan sampai sekarang karena memikirkan mu yang marah. Noona takut kau sakit, tapi Noona juga tak mau kau semakin marah karena Noona. Gyeol-ah Mianhae….”
Gyeol langsung membalikkan badannya dan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya tadi, kini cahaya selimut itu sudah tak tertahan untuk keluar.
“Noona.. Paboya ?” pekik Gyeol terperangah
“Eoh ?”
“Wae ? Halusnya Noona makan saja belsama Hyung. Kalau Noona sakit bagaimana ? Noona mau membuat Gyeol mati kalena melihat Noona sakit, eoh ? Noona halus makan sekalang” Gyeol menarik tubuh Hiu hwi untuk berdiri walau pada kenyataannya ia tak akan pernah bisa. Benar-benar tak menyadari keadaan.
“Arra… Kalau begitu Gyeol sudah tak marah, eoh ?”
Gyeol menggeleng semangat dan tersneyum “Ani ! Gyeol tak malah pada Noona, tak akan pelnah. Walau Noona menyakiti Gyeol bagaimana pun Gyeol tidak malah, Gyeol sayang Noona”
Hiu hwi terharu mendengar kata-kata bocah umur 6 tahun ini. Ia tak pernah mendapatkan kata-kata manis seperti itu sebelum mendapatkan scent hidup yang gelap ini. Dulu ia sangat sering mendengarnya, namun entah mengapa ia menjadikan trauma sendiri setiap ada pria yang berkata manis seperti itu padanya. Hampir semua pria yang pernah menyetubuhinya selalu berkata manis untuk mendapatkan pelayanan lebih, namun ia menganggapnya hanya angin berhembus. Seumur hidupnya hanya pria itu yang pernah berkata dengan begitu tulus, bahkan begitu tulusnya sangat memungkin untuk berkhianat.
“Noona…Wae ? Uljima…” Gyeol terkejut karena Hiu hwi meneteskan air matanya setelah memandangnya dalam diam. Ia tak mengerti, wanita itu dengan berfikir apa. Gyeol mengusap pipi putih Hiu hwi dnegan lembut dan menarik kedua ujung bibir tipis itu keatas, mengukir sebuah senyum hambar namun menurutnya teramat manis.
“Gyeol-ah … boleh Noona mencium mu ?” KLAP ! Gyeol terbelalak mendnegar pertanyaan Hiu hwi yang terdengar serius. Dan seketika senyum sumringah tercetak jelas di wajah pervert-nya. Dasar bocah…..
Gyeol mengangguk semangat “Tentu” ia menutup matanya rapat dengan sneyum yang tak pernah lepas. Hiu hwi terkekeh geli melihatnya, ternyata bocah ini begitu mengharapkannya. Selama ini ia melarang Gyeol menicum bibirnya, hanya sebatas pipi.
“Jangan senyum terus, Noona susah untuk mencium mu” kata Hiu hwi yang langsung disambut Gyeol dengan memajukan bibir mungil seksinya. Tampak snagat bersemangat dengan panjang lebih dari maxim, dasar bocah minim.
Hiu hwi mendenkatkan wajahnya siap untuk mencium Gyeol, pipi bocah itu tampak memerah karena malu. Hiu hwi menagkup pipi chuby Gyeol dan ………..
“YYYYAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!!”
“MMWWOOOOYYYAAAA!!!!!!!!!!!!”
Sebuah kejutan terjadi ditengah suasana romantis di bwah temaramnya lampu yang gelap dan suasana sepi yang mendukung adegan romantis itu terjadi. Teriakan yang sangat kencang menggugurkan segalanya. Hiu hwi langsung membuka matanya dengan posisi wajah 3 cm di depan wajah Gyeol, begitu pun dnegan bocah itu yang sudah terbelalak duluan. Mata kecilnya yang dipaksakan membesar membuatnya terlihat seperti -----kecil yang malang. Mereka serempak menoleh ke sumber teriakan itu terdengar, hanya terdapat sebuah semburan cahaya yang terbentu dari pintu kamar yang terbuka lebar. Di sana m,ereka melihat penampakan sosok makhluk yang tampak dengan nafas tersenggalnya. Makhluk itu berjalan mendekat dan Gyeol merasakan ketakutan yang menjalar di tubuhnya cepat. Semakin mendakat hingga….
“GGOOOCCHHHAAAA!!”
“HHHUUUUWWWAAA!!”
Gyeol menjerit ketakutan hingga beringsut masuk ke selimut lagi sambil bergumam “Eomma…Eomma…” ia memang takut dengan hal yang berbau mistis. Terlebih lagi tadi ia di kejutkan dengan kehadiran sosok dengan cahaya di depan wajahnya, tampak seperti hantu sungguhan. Hiu hwi memberikan tatapan tak percaya pada sosok itu, terlalu kekanak-kanakan. Setelah membuat anak kecil ketakutan, sosok itu tertawa puas sampai jatuh ke lantai. Gyeol di dalam sana terhenti dari ketakutannya, ia mendengar suara tawa. Dan ia tahu siapa itu. Merasa dibodohi , ia langsung membuka kasar selimut lalu memastikannya. Benar bukan. Kyuhyun !
“Aissshhhh ! Cinca ! Hyungggg!!!!!” Gyeol berteriak frustasi selain dibuat takut, pria itu juga merusak moment romantisnya dengan wanita idamannya. Cinca !
“Abaikan saja Gyeol..” gumam Hiu hwi bangkit dari duduknya dan menarik Gyeol keluar, ia tak mau membuang waktu lagi untuk mengisi perutnya. Sungguh ia kelaparan.
“Dasar pengganggu !” cetus Gyeol dan…
PLEETTAAKK!
Kyuhyun seketika berhenti tertawa dari kepuasaannya. Hening. Kepalanya sakit. Gyeol menjitaknya. Bocah setan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11
“YYYYAAAKKK!!!!”
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Hari minggu datang, seperti biasa Gyeol dan Hiu hwi akan pergi ke taman untuk bermain sepedah atau berjalan-jalan saja. Harusnya pagi ini mereka ke taman bertiga, namun Kyuhyun terpaksa menyusul karena urusan mendesak, dan sampai hari menjelang siang makhluk itu belum muncul batang hidungnya. Hari ini tak banyak yang dilakukan Gyeol, ia hanya bermain sepedah, belajar main basket bersama temannya dan meminta Hiu hwi ke kedai es cream. Pasti ujungnya harus merogoh dompet jika pergi bersama bocah itu.
“Hyung belum muncul juga ?” tanya Gyeol masih sibuk dengan es cream di depannya. Ia sama persis dnegan Kyuhyun, jorok sekali berbicara sambil makan.
Hiu hwi membersihkan sisa es cream di pipi Gyeol “Sepertinya Hyung tak datang”
“Sudah Gyeol duga, tadi pagi Hyung hanya motif saja”
Hiu hwi menaikkan satu alisnya, bingung “Motif ?”
Gyeol mengangguk masih memakan es creamnya “Hyung hanya mencali pelhatian Noona, sejak kapan Hyung mau keluar lumah jika hali libul. Hyung itu pemalas sejak lahil kata Eomma” sungut Gyeol dengan memajukkan bibirnya kesal, ia tahu betul bagaimana menjelek-jelekan Kyuhyun di depan Hiu hwi.
“Eoh… Geureyo ?” Hiu hwi melayani sungutan Gyeol yang selalu bersemangat jika menjelekkan Kyuhyun, ia gemas dengan bibir seksi yang maju lebih 5 cm itu.
“Geure ! Jadi Noona jika tak ada Gyeol di lumah jangan gampang tellayu dengan Hyung. Ia sangat belbahaya”
“Memangnya Gyeol akan meninggal Noona ?”
Gyeol langsung mengangkat kepalanya dan membersihkan sisa es cream di mulutnya, ia mengacungkan tangan kanannya “ Gyeol tak akan meninggalkan Noona ! Gyeol janji !”
Hiu hwi tergelak tawanya lagi melihat bocah itu kembali berrtingkah konyol, ia selalu nyaman berada di dekat bocah ini. Ia menyayangi Gyeol seperti adiknya. Namun seketika ia menyadari sesuatu, melupakan hal yang dulu ia incar. Sesuatu…. Kenapa ia sampai lupa …!!
Sementara itu di sebrang jalan sana sebuah mobil sport hitam tengah mengawasi dua orang yang asik bercengkrama layaknya keluarga. Dari ekor mata yang tertutupi layar hitam ia memandang sayu. Beberapa kali Ia menghela nafas berat, rasanya hari ini sungguh memberatkan. Benarkah ia berubah karena wanita itu ? Memang dibagian mana ia berubah ? Ia tetap merasa menjadi dirinya sendiri. Tapi pada nyatanya orang lain berkata lain, ia berubah. Dan itu membahayakan semua yang di rancangnya dulu secara matang. Hanya beberapa waktu saja bersama wanita itu, ia merasakan dirinya baru. Ia tak mengerti. Tapi tuntutan memaksanya. Dan ia harus melakukannya. Ia harus memilih. Dan ia memilih kepastian yang di harapkannya. Bukan sesaat namun selamanya. Ia sudah memilih, kembali ke awal dan secepat mungkin mengakhirinya.
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Pada dasarnya seseorang tidak akan menyadari kehadiran musuh karena ia terlalu sibuk dengan rencana yang menurutnya matang. Dan saat musuh menyerang, ia tak berdaya.
“saus..daging dan…..” gumam Hiu hwi membaca nama-nama barang yang ada di depan konter. Ia sedang berbelanja di super market yang tak jauh dari Apartement, malam ini ia akan memasak spesial karena Gyeol sedang ulang tahun. Pagi tadi ia sudah memberikan kejutan pada bocah itu, dan sudah diduga bocah itu tampak terkejut dengan teriakan histerisnya mendapatkan PSP baru yang dibeli Hiu hwi minggu lalu.
“Gamsahamnida”
Hiu hwi membawa belanjaan dan merogoh saku mantelnya meraih ponsel untuk menghubungi Kyuhyun agar pulang cepat. Karena pagi tadi Kyuhyun belum memberikan ucapan ataupun kado untuk Gyeol.
“Yeobseyo..”
“Eoh..Yeobseyo… Kyuhyun-ah”
“Hmm…”
“Pelung cepat, eoh ?”
“Mwondae ?”
“Yak ! Kau tak ingat hari ini…”
“Aku sibuk ! Aku tutup !”
PIP
“Eoh …” Hiu hwi termangu tak mengerti dengan pria itu, sudah seminggu tak pulang ke Apartement bahkan tak menghubungi sekedar menanyakan kabarnya. Yah ia tahu itu mustahil, tapi setidaknya pria itu menanyakan bayi yang di kandungnya bukan ? mengingat bagaimana saat pertama kali ia memberitahu dirinya hamil, pria itu begitu terlihat bahagia. Bahkan sebelumnya pria itu tak pernah menolak saat ia meminta macam-macam karena bawaan bayi, tapi sekarang sebelum ia meminta pun pria itu sudah menghindarinya dulu. Terlihat menolak.
Hiu hwi berjalan santai melewati beberapa gang yang merupakan jalan pintas ke Apartement. Suasana sore yang hangat namun masih terasa dingin membuat Hiu hwi nyaman karena ini yang diinginkannya saat ini, seimbang. Saat ia menikmati keseimbangan udara sesuatu menarik tangannya kasar hingga ia terjatuh. Hiu hwi meringis kesakitan dan ingin memaki si pelaku. Ia mendongak ingin memaki namun tertahan….
“Apa kabar nona Cho” sapa orang itu, dengan topi yang menutupi mata serta kaca mata hitamnya semakin kontras menakutkan. Walau begitu Hiu hwi tampak sangat kenal orang itu, Ya ia tahu siapa itu.
“Mau apa kau ?!” Hiu hwi ketakutan, entah mengapa ia merasakan rasa itu setelah sekian lama tak bertemu. Bahkan selama ini ia mencoba melupak wajah itu, tapi pada nyatanya wajah itu kembali muncul. Ia takut…
“Lama tak bertemu….” sosok itu tersenyum miring menakutkan. Ia merogoh saku jaketnya dan melemparkan selembar foto di depan wajah Hiu hwi yang masih dnegan wajah takutnya, walau terlihat juga garis garangnya.
Hiu hwi memungut foto itu dan melihatnya. Disana, sebuah taman bermain di samping gedung yang menjalar ke segala arah membentuk persegi saat musim dingin. Sepintas tak ada yang menarik dari foto itu, lalu ia kembali fokus melihat setiap titik tempat di foto itu. Selancar…Jungkat-jungkit yang dimainkan anak-anak kecil dengan pakaian bermotif senada dan Ayunan…………………….Hiu hwi mendongak
“Kau masih mengingatnya bukan ?” tanya sosok itu yang tahu arti tatapan Hiu hwi setelah melihat foto yang diberikannya. Ia senang karena inilah tujuannya
“Apa maksud mu dengan ini semua ?” Hiu hwi dengan bibir bergetarnya karena masih merasa takut dengan kedatangan sosok itu dan foto ini. Tentu saja ia tahu foto ini.
Sosok itu tertawa singkat dan bersimpuh di depan Hiu hwi yang masih tergeletak di tanah, ia pastikan pakaian wanita itu sudah tak seindah yang dilihatnya saat di depan Apartement tadi. “Kau tak merindukannya ?”
Hiu hwi membeku, tatapannya tampak seprti seekor binatang yang ingin menerkam mangsanya walau dalam keterkejutan. Ia memalingkan wajahnya dari sosok itu dan kembali melihat foto itu. Ayunan…. Persetan dengan ayunan bukan itu maksud dari pertanyaannya, tapi sebuah benda hidup disana. Termangu dengan wajah tertunduk, pakaian yang sama dengan orang-orang lain yang begitu tampak bahagian tapi tidak dengan yang satu itu. Tak ada yang menemaninya, sosok itu sendiri, rambutnya terlihat taak terawat, dan balutan kain di kepalanya, sepertinya terluka. Dan itulah alasan yang membuat Hiu hwi semakin membeku, rasanya ia ingin menangis.
“Bukankah…….” Hiu hwi tercekat saat ingin mengucapkan kata itu, ia tak kuasa kembali membuka memori yang sudah ia kubur lama. Kejadian yang membuatnya seperti manusia frustasi tak tentu arah. Ia seperti pelaku yang kembali terkuak, memori indah dan mengerikan mengkhianatinya dan keluar kembali. Ia mengingat itu…
“Dia masih hidup”
DEG !
Bahkan pria ini tak bisa membuatnya cukup dengan rasa keterkejutannya dan juga tak berdayanya ia kembali menguak memori itu. Ia tak percaya ini… Bagaimana bisa…
“Dia masih hidup, Lee Hiu hwi.”
Cukup ! rasanya Hiu hwi ingin sekali berteriak di depan wajah memuakan itu. Ia tak ingin mengingatnya. Percuma saja. Hidup atau tidak ia tetap tak ingin tahu. Tapi begitu kejamnya kah tuhan padanya sampai perasaan tak ingin tahu itu terselipkan dengan memori indah bersama benda hidup itu. Canda dan tawa yang ia alami di tengah keterpurukan hidup bersama pria ini dalam jurung nista. Ya, saat itu ia masih bisa tersneyum dan tertawa dengan kehadiran benda itu, tapi lagi saat ia menyadari bagaimana ia membutuhkan kehadiran sosok itu satu lagi memori terselip, memori mengerikan. Ia bingung. Isak tangis yang mulai terdengar dari mulut khianat ini rasanya tak pantas jika mengingat bagaimana brengseknya ia dulu. Disaat sosok itu kesakitan meminta pertolongannya, memanggil namanya dalam sakit ia pura-pura tak mendengar. Ia mementingkan dirinya sendiri. Keluar dari maut dan menyaksikan bagaimana sosok itu terus memanggilnya, ia tampak acuh. Tak peduli darah yang mengucur dari kepala kecil itu, ia hanya bisa menjerit memanggil nama itu, ia juga ingin menggapai tangan yang menjulur padanya. Terjepit dan tersesak di dalam sana. Ledakan yang terdengar kencang membuat keegoisan itu hancur. Bukan lagi jeritan dalam hati melainkan jeritan nyata, bahkan ia masih sempat mendengar namanya terpanggil dari bibir kecil itu.
Hiu hwi Noona…..
“AAARRRGGGHHH”
“ANNNIII !!!! ANNNIIIYYAAAA !!!! ANNNIIIIIYYAAA !!!!”
Hiu hwi menjerit histeris mengingat itu lagi, ia mengingat lagi dua memori yang sudah berhasil ia kubur. Sosok dihadapannya tersenyum kecut merasa ia telah berhasil, rencananya berhasil. Ia mengusap rambut halus Hiu hwi yang masih menjerit histeris ketakutan. Tangannya yang menutup kedua telinganya seolah tak ingin mendnegar suara itu, ia tahu suara apa karena ia tahu apa yang terjadi dengan memori itu. Terus menerus Hiu hwi memukul dadanya sesak, dan menutup telinganya mendnegar suara panggilan itu. Ia tak ingin mendengar suara itu sungguh…ia tak kuat rasanya….nyeri sekali…
Sosok itu kini bahkan berani membawa tubuh frustasi Hiu hwi ke pelukannya berbisik seolah ia adalah orang yang paling mengerti bagaimana perasaan wanita itu.
“Waeee… Waee ?!!!” jerit Hiu hwi lagi ia semakin menunjukan bagaimana keadaan dirinya yang kacau balau dengan memori itu. Ini adalah De’ javu. Ia ingat pernah seperti ini. Ya saat kejadian itu.
“Hiu hwi ya…”
Hiu hwi memukul dada sosok itu kesal dan marah, kenapa pria itu tega membuka memori yang sudah ia kubur. “Waaeee !!!!” jerit Hiu hwi lagi
“Hiu hwi…”
“Eottheoke………” Apa yang harus dilakukannya …….
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Semuanya akan rumit akhirnya…..
Kalimat yang selalu terngiang di hari-hari kyuhyun seminggu terakhir ini. Hanya satu, tapi berdampak sampai sekarang. Entah ia mengikuti arah kalimat itu kemana atau diam seperti benda mati. Ia juga tak mengerti dengan dirinya saat ini. Tak pulang ke Apartemen dan memberi kabar pada orang-orang disana. Rasanya sesuatu tengah hilang dalam hidupnya, tapi ia tak tahu.
Pemandangan malam di pinggir jalan Gangnam inilah yang hanya bisa menemaninya. Temarang lampu yang berkelap-kelip dan juga dentuman music di setiap toko pinggir jalan ini. Ia menimati malam itu, dengan menutup matanya dan terbang pada dunia angin dalam gelap matanya. Rasanya ia ringan sekali di kegelapan itu, ia ingin seperti itu tidak seperti sekarang. Semua terasa berat.
Dalam tubuhnya ia merasa sangatlah lelah, ingin rasanya mencari tempat untuk bersandar tapi tak tahu dimana. Hatinya sunyi, rasanya ingin mencari keramaian itu tapi tak tahu dimana. Tulangnya kaku, rasanya ingin mencari kebebasan tapi tak tahu dimana. Bibirnya kelu, rasanya ingin mencari tempat yang menampung itu tapi tak tahu dimana. Ia tak tahu. Ini smeua tak tentu arah, tubuhnya bergerak tapi tak tahu untuk apa. Rasanya hidup sangatlah berat baginya, ia belum siap. Ini melebihi kejadian waktu itu, tapi ia tak tahu apa yang terjadi.
Bisakah kau menunggu hanya beberapa bulan, ku rasa itu tak terlalu lama. Tolong jangan terjerumus, kyuhyun ah……
TOLONG. Rasanya ingin ia berteriak itu setiap bertemu semua orang yang di kenalnya. Ia ingin meminta bantuan dengan derai air mata namun tak mampu. Sudah dikatakan tulangnya kaku, bibirnya kelu dan tubuhnya lelah…Jadi apa yang harus dilakukannya …..
Kesepian kyuhyun yang masih menikmati malam dengan mata tertutup seolah nyamannya terbang pada dunia gelap matanya, tak menyadari sesuatu. Sorot mata yang masih sama seperti dulu, namun entah kali ini terlihat begitu prihatin melihat sosok kesepian itu. Air mata yang sudah mengalir deras rasanya masih belum cukup untuk menatap tubuh itu. Hatinya nyeri melihat sosok kyuhyun yang terlihat begitu kurus dan wajah pucatnya, ia tahu pria itu tengah menahan sakit. Tapi apa yang bisa ia lakukan, statusnya bukan siapa-siapa bagi dunia nyata. Pria itu sudah tak sendiri, dan mungkin jika ia muncul dunia nyata pria itu akan hancur. Tapi bukankah selama ini kehadirannya membuat sosok itu hancur. Jadi apa yang harus ia lakukan….
Aku tak tahu apa yang membuat mu begitu kurus kyuhyun ah… itu tak penting lagi bagi ku karena aku tahu kau tak akan membaginya pada ku. Kehadiran ku adalah kehancuran untuk dunia nyata mu…. Disini lihatlah di sini… Aku di sini kyuhyun ah…. Aku sangat merindukan mu…..
TBC.....
SAAEENGGIIIEE BACK (still shinee backsound) Eotthe ? Nyambung ga sih ? saengi ga tau hahaha XD tapi gomawo udah mau baca XD JANGAN LUPA RCL ! Tidak Coment juga gapapa sih ga maksa soalnya takut nanti dikira Saengi gila coment gila hahaha XD Tapi bakalan ada kejutan khusus buat comentners (hahaha) yang selalu absen di ff ini, jadi saat ini rajin-rajinlah komen karena di part selanjutnya bakalan ada yang WOW ! sekarang belum, tapi kayaknya gaje nih yang sekarang hehehe MIANHAEE….. J Ah ya yang tanya Luving Distance a.k.a Luving You tunggu kelas salah satu FF saengi ya hehehe XD
MERCI … ^^

GENRE : MARRIED LIFE (MAYBE)
RATING : PG-17
CAST : CHO KYU HYUN - LEE HIU HWI
The real story from @fevriercin
part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=460654983983112&refid=21
part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=457901844258426&refid=21
part 3 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=461558417226102&refid=21
part 4 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464598356922108&refid=21
part 5 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21
part 6 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21
tambahan buat yang suka baca ff dance music & love
part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464962263552384&refid=21
part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=476380252410585&refid=21
Part 7 (Eottheoke….)
Hiu hwi melihat pantulan dirinya di cermin, belum banyak berubah. Tubuhnya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perut buncit seperti wanita hamil. Terang saja karena usia kandungannya masih 2 bulan. Senyum tercetak jelas di wajahnya, entah kenapa ia menantikan moment perubahan tubuhnya. Ia tak sabar melihat perutnya membucit pertanda bayinya tumbuh dengan baik, karena sejujurnya ia tak pernah peduli dengan tubuhnya. Sebelum ia bersama dengan kenangan buruk itu.
“NNNOOONNNAAAAAA..!!!!” pekikan yang sudah biasa ia dengar kembali menggema seperti biasanya. Gyeol, bocah yang tinggal bersamanya juga Kyuhyun––suami kontraknya. Kehadiran Gyeol sangat berpengaruh untuknya, karena secara tak langsung ia belajar merawat anak kecil.
Ia melirik jam analog yang ada di samping nakas tempat tidur yang selalu Kyuhyun tempati. Pantas saja suara bocah itu sudah nyaring, ternyata ia sudah pulang sekolah. Semenjak usia kandungannya menginjak bulan ke dua, Kyuhyun melarangnya untuk mengantar-jemput Gyeol karena takut kandungannya lelah. Tentu saja pria itu mengkhawatirkan kandungannya, karena di dalam sana benda hidup tengah bergantung pada tubuhnya. Tapi sayang pria itu hanya khawatir pada benda hidup itu, tidak padanya. Hey memangnya ia siapa ? Hanya istri kontraknya bukan ?
“Eoh, wasseyo…” Hiu hwi berjongkok di depan Gyeol yang terlihat sangat lelah namun tak pernah luput dnegan senyum manis tercela karena ia baru saja kehilangan gigi taringnya kemarin.
Gyeol mengangguk semangat dan mencium pipi Hiu hwi “Noona…Gyeol lelah” bocah itu memeluk manja Hiu hwi, menaruh kepalanya di bahu hangat wanita itu. Tempat ternyaman Gyeol di tubuh wanita itu.
Hiu hwi mengusap lembut punggung Gyeol “Kalau begitu makan dulu baru tidur siang, ok ?”
Gyeol melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pipi Hiu hwi dengan tangan mungilnya, bocah yang romantis “Gyeol tidak mau tidul siang !”
“Wae ?”
“Gyeol mau Popo !” kata bocah itu sambil memajukan bibirnya dnegan seseksi mungkin. Oh lihat bagaimana bibir mungil merah muda itu bahkan bisa maju lebih dari 5 cm.
Hiu hwi tampak geli melihat tingkah Gyeol yang memang terlewat maxim itu, benar adanya jika Kyuhyun memberikan julukan pada bocah itu “Tubuh minim, otak maxim” karena umur seminim Gyeol pun tahu bagaimana cara merayu wanita untuk meminta ciuman.
“Tadi merayu lagi, eoh ?”
“Ani ! Gyeol memang lelah noona.” elak bocah itu semakin mendekatkan jarak wajah mereka
Hiu hwi melipat silang tangannya di depan dada, menatap bocah itu intens “Kau tahu, dimana pun itu jika lelah ya harus tidur !”
“Noona tak tahu ? Gyeol itu pangelan yang hanya satu-satunya di dunia ini. Hanya Gyeol yang bisa melakukan apapun dan olang lain tak bisa ! Kalena Gyeol pangelan !”
“Geurom, Kalau kau pangeran lalu dimana kuda mu ?”
“Kuda Gyeol sedang tak di sini”
Hiu hwi mengangkat satu alisnya “Eodi ?”
“SM. Enteltaiment. Supel Juniol. Kuda Gyeol ada di situ.” sombongnya dengan menirukan gaya Hiu hwi, melipat tangan mungil di depan dadanya yang dipaksakan membusung seperti pria sejati, ia tahu itu dari Kyuhyun katanya pria sejati selalu membusungkan dadanya dan mempesona. Tapi anehnya Gyeol menambahkan gayanya itu dengan bibir mungil yang maju lebih dari tadi.
“Nugu ?”
“Noona tak tahu ? Kuda Gyeol itu sangat telkenal noona, tapi sayang ia terlalu gemuk” kali ini bocah itu menirukan gaya badut dengan membusungkan perutnya yang yah bisa di bilang buncit seperti garlfield si kucing malas dan menepuk-nepuknya. Sangat mirip seperti Ahjussi tua yang sudah bersejarah.
Hiu hwi tergelak karena Gyeol menirukan banyak tingkah yang konyol, ini salah satu arti kehadiran Gyeol di rumah ini, selalu membuatnya ringan setiap harinya. Berbeda sekali dengan Hyungnya, yang kaku dan tak berperasaan.
“Kau sedang mengatai Hyung mu sendiri, eoh ?”
Setelah mendengar perkatan Hiu hwi, Gyeol tergelak karena wanita itu salah sangka. Siapa juga yang mau membicarakan orang menyebalkan itu. Gyeol berdecak pinggang dan mundur beberapa langkah.
“Yak ! Noona ! Siapa yang membicalakan Appa kucing itu !” yah itu adalah panggilan Gyeol pada Kyuhyun karena setiap Kyuhyun selesai makan pria itu akan duduk di sofa lalu memainkan PSP atau laptopnya. Kyuhyun Appa kucing, dan dirinya Anak Kucing. Karena mereka sama.
“Eoh….” Hiu hwi linglung
“Kenapa di pikilan mu hanya ada Appa kucing menyebalkan itu ? Jangan katakan kalau Noona melindukan Hyung ? Aish ! Cinca ! Noona ! Kenapa halus Hyung, kau tak lihat di depan mu ini ada Pangelan tampan yang dengan sukalela memeluk mu bahkan ia membelikan bibil telseksinya pada mu. Noona kau sungguh kelewatan” inilah kebiasaan Gyeol yang juga sama dengan Kyuhyun, cerewet.
“Kau tahu, kau terdengar seperti pangeran murahan. Mana mungkin pangeran seperti, seharusnya kau melindungi semua yang kau miliki, Gyeol” kini giliran Hiu hwi yang cerewet menyudutkan sang Pangeran anak kucing itu. Gyeol tampak tak berdaya seakan SKATMAT dengan ucapan Hiu hwi. Apa benar ia terdengar seperti itu ?
“Noona jangan salah sangka, Gyeol hanya melakukan itu untuk Noona. Tapi kalena Noona sudah menolak…Geure jangan halap Noona mendapatkannya sekali pun Noona bellutut di kaki emas Gyeol. Arrachi ?!” KLOP ! muncullah sifat yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat mirip dengan Kyuhyun. Pria diktator ! Gyeol mengambil tasnya yang tadi ia buang sembara di bawah sofa dan berjalan meninggalkan Hiu hwi yang masih diam. Ia menghentakkan kakinya kesal dan susah payah menggapai daun pintu kamar, Hiu hwi yang kasian pun akhirnya bangkit
“Gyeol tak butuh bantuan Noona !” katanya dingin, Hiu hwi terperangah. Ini pertama kalinya bocah itu berbicara dingin padanya, biasanya bocah itu hanya seperti itu pada Kyuhyun jika sedang bertengkar. Sebelumnya Gyeol tak pernah marah padanya.
BBBRRAAKKK !
“Gyeolll….” lirih Hiu hwi memanggil bocah itu dari luar, bisa saja ia masuk ke kamar karena bagaimana pun itu juga kamarnya dan tak di kunci pula.
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Malam datang dan Kyuhyun sudah kembali ke Apartemen tepat jam makan malam. Entah kenapa akhir-akhir ini ia sering pulang cepat. Hiu hwi tampak terduduk lemas di meja makan tak berselera dengan makanan yang di buatnya sendiri. Kyuhyun bahkan melahapnya dengan nikmat, tapi ia enggan.
“Waeyo ? Kenapa wajah seperti ibu babi yang kesepian seperti itu ?” tanya Kyuhyun masih dengan makanan di dalam mulutnya, bahkan keluar beberapa. Sungguh jorok pria ini.
Hiu hwi memilih diam tak meladeni teguran pria itu, karena kesal bagaimana bisa pria itu tak menyadari sesuatu celah diantara mereka.
“Yak ! Aku sedang bertanya pada mu. Kenapa kau tak memakan makanan mu ? Kau tak suka ? Lalu kenapa memasaknya ? Menghabiskan uang ku saja !” Kyuhyun terus berbicara yang menurut Hiu hwi persisi seperti Ahjuma-Ahjumma yang sedang kehilangan uang bulanan dari Nampyeon-nya atau mungkin sedang menawar sayuran yang memang sudah pas harga namun tetap di tawar, dasar Ahjuma….
“Aku akan membujuk Gyeol lagi” Hiu hwi tampak pasrah karena pusing mendengarkan ocehan Kyuhyun yang masih sama, seputar prioritas berbelanja. Ia bangkit dengan tumpuan ujung meja karena terlalu lemas untuk berdiri, Kyuhyun yang melihatnya risih berniat membantu namun wanita itu sudah berjalan walau tampak memaksakan.
“Eoh, Gyeol ? Kemana bocah itu ? Kenapa tak ikut makan bersama ? Apa ia mendahului ku lagi memakan masakan yang lebih enak ?” tanya Kyuhyun yang melihat Hiu hwi di depan ointu kamar mereka
Hiu hwi menoleh malas dan tersenyum kecut “Bahkan kau baru menyadarinya” gumamnya kesal. Ia mengetuk pintu dan memanggil nama Gyeol, tapi tak ada sahutan. Ia khawatir karena bocah itu pun belum makan sejak siang tadi sama sepertinya. Hiu hwi akhirnya membuka pintu dan disambut dengan kegelapan. Bocah itu berani dengan gelap ?
Hiu hwi berjalan dengan hati-hati karena takut menginjak benda di lantai. Ia melihat ke arah tempat tidur yang terdengar suara bising tertahan. Ia melihat sebuah cahaya di sana, tapi sayang tertutupi selimut. Pantas saja bocah itu berani tak menghidupkan lampu kamar ternyata ia mendapatkan penerangan dari PSPnya, dan suara bising itu tentu saja bocah itu tengah sibuk dengan benda kesayangannya.
“Gyeol-ah…..” lirih Hiu hwi yang sudah terduduk di tempat tidur, ia mengusap selimut bercaha itu dan mendpaat reaksi penolakan karena cahaya itu berpindah membelakanginya.
“Kau masih marah ?” suaranya terdnegar sangat menyedihkan, ia lelah karena kelaparan namun tak nafsu mengingat bocah ini pun sama sepertinya. Ia merasa seperti sudah memiliki ikatan tali yang kuat dnegan bocah itu, ia menyayangi bocah ini.
“Gyeol-ah….Mianhae….” ia mengusap punggung kecil itu dengan lembut tapi tetap saja mendapat penolakan. Ia menyerah, dibaringkannya tubuh lemas itu di tempat tidur, ia juga ingin berbaring. Ia menghadapa Gyeol yang masih memunggunginya.
“Gyeol…Mianahae…” Bahkan kini ia merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukan hangatnya, ia rasa suhu tubuhnya meningkat.
Gyeol menegang karena Hiu hwi memeluknya, wanita itu berani melakukan skinship yang biasanya ia lakukan duluan. Saat ini kekesalannya masih berdominan, karena wanita itu dengan terangnya menolaknya.
“Kau tahu, Noona bahkan tak makan sampai sekarang karena memikirkan mu yang marah. Noona takut kau sakit, tapi Noona juga tak mau kau semakin marah karena Noona. Gyeol-ah Mianhae….”
Gyeol langsung membalikkan badannya dan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya tadi, kini cahaya selimut itu sudah tak tertahan untuk keluar.
“Noona.. Paboya ?” pekik Gyeol terperangah
“Eoh ?”
“Wae ? Halusnya Noona makan saja belsama Hyung. Kalau Noona sakit bagaimana ? Noona mau membuat Gyeol mati kalena melihat Noona sakit, eoh ? Noona halus makan sekalang” Gyeol menarik tubuh Hiu hwi untuk berdiri walau pada kenyataannya ia tak akan pernah bisa. Benar-benar tak menyadari keadaan.
“Arra… Kalau begitu Gyeol sudah tak marah, eoh ?”
Gyeol menggeleng semangat dan tersneyum “Ani ! Gyeol tak malah pada Noona, tak akan pelnah. Walau Noona menyakiti Gyeol bagaimana pun Gyeol tidak malah, Gyeol sayang Noona”
Hiu hwi terharu mendengar kata-kata bocah umur 6 tahun ini. Ia tak pernah mendapatkan kata-kata manis seperti itu sebelum mendapatkan scent hidup yang gelap ini. Dulu ia sangat sering mendengarnya, namun entah mengapa ia menjadikan trauma sendiri setiap ada pria yang berkata manis seperti itu padanya. Hampir semua pria yang pernah menyetubuhinya selalu berkata manis untuk mendapatkan pelayanan lebih, namun ia menganggapnya hanya angin berhembus. Seumur hidupnya hanya pria itu yang pernah berkata dengan begitu tulus, bahkan begitu tulusnya sangat memungkin untuk berkhianat.
“Noona…Wae ? Uljima…” Gyeol terkejut karena Hiu hwi meneteskan air matanya setelah memandangnya dalam diam. Ia tak mengerti, wanita itu dengan berfikir apa. Gyeol mengusap pipi putih Hiu hwi dnegan lembut dan menarik kedua ujung bibir tipis itu keatas, mengukir sebuah senyum hambar namun menurutnya teramat manis.
“Gyeol-ah … boleh Noona mencium mu ?” KLAP ! Gyeol terbelalak mendnegar pertanyaan Hiu hwi yang terdengar serius. Dan seketika senyum sumringah tercetak jelas di wajah pervert-nya. Dasar bocah…..
Gyeol mengangguk semangat “Tentu” ia menutup matanya rapat dengan sneyum yang tak pernah lepas. Hiu hwi terkekeh geli melihatnya, ternyata bocah ini begitu mengharapkannya. Selama ini ia melarang Gyeol menicum bibirnya, hanya sebatas pipi.
“Jangan senyum terus, Noona susah untuk mencium mu” kata Hiu hwi yang langsung disambut Gyeol dengan memajukan bibir mungil seksinya. Tampak snagat bersemangat dengan panjang lebih dari maxim, dasar bocah minim.
Hiu hwi mendenkatkan wajahnya siap untuk mencium Gyeol, pipi bocah itu tampak memerah karena malu. Hiu hwi menagkup pipi chuby Gyeol dan ………..
“YYYYAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!!”
“MMWWOOOOYYYAAAA!!!!!!!!!!!!”
Sebuah kejutan terjadi ditengah suasana romantis di bwah temaramnya lampu yang gelap dan suasana sepi yang mendukung adegan romantis itu terjadi. Teriakan yang sangat kencang menggugurkan segalanya. Hiu hwi langsung membuka matanya dengan posisi wajah 3 cm di depan wajah Gyeol, begitu pun dnegan bocah itu yang sudah terbelalak duluan. Mata kecilnya yang dipaksakan membesar membuatnya terlihat seperti -----kecil yang malang. Mereka serempak menoleh ke sumber teriakan itu terdengar, hanya terdapat sebuah semburan cahaya yang terbentu dari pintu kamar yang terbuka lebar. Di sana m,ereka melihat penampakan sosok makhluk yang tampak dengan nafas tersenggalnya. Makhluk itu berjalan mendekat dan Gyeol merasakan ketakutan yang menjalar di tubuhnya cepat. Semakin mendakat hingga….
“GGOOOCCHHHAAAA!!”
“HHHUUUUWWWAAA!!”
Gyeol menjerit ketakutan hingga beringsut masuk ke selimut lagi sambil bergumam “Eomma…Eomma…” ia memang takut dengan hal yang berbau mistis. Terlebih lagi tadi ia di kejutkan dengan kehadiran sosok dengan cahaya di depan wajahnya, tampak seperti hantu sungguhan. Hiu hwi memberikan tatapan tak percaya pada sosok itu, terlalu kekanak-kanakan. Setelah membuat anak kecil ketakutan, sosok itu tertawa puas sampai jatuh ke lantai. Gyeol di dalam sana terhenti dari ketakutannya, ia mendengar suara tawa. Dan ia tahu siapa itu. Merasa dibodohi , ia langsung membuka kasar selimut lalu memastikannya. Benar bukan. Kyuhyun !
“Aissshhhh ! Cinca ! Hyungggg!!!!!” Gyeol berteriak frustasi selain dibuat takut, pria itu juga merusak moment romantisnya dengan wanita idamannya. Cinca !
“Abaikan saja Gyeol..” gumam Hiu hwi bangkit dari duduknya dan menarik Gyeol keluar, ia tak mau membuang waktu lagi untuk mengisi perutnya. Sungguh ia kelaparan.
“Dasar pengganggu !” cetus Gyeol dan…
PLEETTAAKK!
Kyuhyun seketika berhenti tertawa dari kepuasaannya. Hening. Kepalanya sakit. Gyeol menjitaknya. Bocah setan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11
“YYYYAAAKKK!!!!”
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Hari minggu datang, seperti biasa Gyeol dan Hiu hwi akan pergi ke taman untuk bermain sepedah atau berjalan-jalan saja. Harusnya pagi ini mereka ke taman bertiga, namun Kyuhyun terpaksa menyusul karena urusan mendesak, dan sampai hari menjelang siang makhluk itu belum muncul batang hidungnya. Hari ini tak banyak yang dilakukan Gyeol, ia hanya bermain sepedah, belajar main basket bersama temannya dan meminta Hiu hwi ke kedai es cream. Pasti ujungnya harus merogoh dompet jika pergi bersama bocah itu.
“Hyung belum muncul juga ?” tanya Gyeol masih sibuk dengan es cream di depannya. Ia sama persis dnegan Kyuhyun, jorok sekali berbicara sambil makan.
Hiu hwi membersihkan sisa es cream di pipi Gyeol “Sepertinya Hyung tak datang”
“Sudah Gyeol duga, tadi pagi Hyung hanya motif saja”
Hiu hwi menaikkan satu alisnya, bingung “Motif ?”
Gyeol mengangguk masih memakan es creamnya “Hyung hanya mencali pelhatian Noona, sejak kapan Hyung mau keluar lumah jika hali libul. Hyung itu pemalas sejak lahil kata Eomma” sungut Gyeol dengan memajukkan bibirnya kesal, ia tahu betul bagaimana menjelek-jelekan Kyuhyun di depan Hiu hwi.
“Eoh… Geureyo ?” Hiu hwi melayani sungutan Gyeol yang selalu bersemangat jika menjelekkan Kyuhyun, ia gemas dengan bibir seksi yang maju lebih 5 cm itu.
“Geure ! Jadi Noona jika tak ada Gyeol di lumah jangan gampang tellayu dengan Hyung. Ia sangat belbahaya”
“Memangnya Gyeol akan meninggal Noona ?”
Gyeol langsung mengangkat kepalanya dan membersihkan sisa es cream di mulutnya, ia mengacungkan tangan kanannya “ Gyeol tak akan meninggalkan Noona ! Gyeol janji !”
Hiu hwi tergelak tawanya lagi melihat bocah itu kembali berrtingkah konyol, ia selalu nyaman berada di dekat bocah ini. Ia menyayangi Gyeol seperti adiknya. Namun seketika ia menyadari sesuatu, melupakan hal yang dulu ia incar. Sesuatu…. Kenapa ia sampai lupa …!!
Sementara itu di sebrang jalan sana sebuah mobil sport hitam tengah mengawasi dua orang yang asik bercengkrama layaknya keluarga. Dari ekor mata yang tertutupi layar hitam ia memandang sayu. Beberapa kali Ia menghela nafas berat, rasanya hari ini sungguh memberatkan. Benarkah ia berubah karena wanita itu ? Memang dibagian mana ia berubah ? Ia tetap merasa menjadi dirinya sendiri. Tapi pada nyatanya orang lain berkata lain, ia berubah. Dan itu membahayakan semua yang di rancangnya dulu secara matang. Hanya beberapa waktu saja bersama wanita itu, ia merasakan dirinya baru. Ia tak mengerti. Tapi tuntutan memaksanya. Dan ia harus melakukannya. Ia harus memilih. Dan ia memilih kepastian yang di harapkannya. Bukan sesaat namun selamanya. Ia sudah memilih, kembali ke awal dan secepat mungkin mengakhirinya.
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Pada dasarnya seseorang tidak akan menyadari kehadiran musuh karena ia terlalu sibuk dengan rencana yang menurutnya matang. Dan saat musuh menyerang, ia tak berdaya.
“saus..daging dan…..” gumam Hiu hwi membaca nama-nama barang yang ada di depan konter. Ia sedang berbelanja di super market yang tak jauh dari Apartement, malam ini ia akan memasak spesial karena Gyeol sedang ulang tahun. Pagi tadi ia sudah memberikan kejutan pada bocah itu, dan sudah diduga bocah itu tampak terkejut dengan teriakan histerisnya mendapatkan PSP baru yang dibeli Hiu hwi minggu lalu.
“Gamsahamnida”
Hiu hwi membawa belanjaan dan merogoh saku mantelnya meraih ponsel untuk menghubungi Kyuhyun agar pulang cepat. Karena pagi tadi Kyuhyun belum memberikan ucapan ataupun kado untuk Gyeol.
“Yeobseyo..”
“Eoh..Yeobseyo… Kyuhyun-ah”
“Hmm…”
“Pelung cepat, eoh ?”
“Mwondae ?”
“Yak ! Kau tak ingat hari ini…”
“Aku sibuk ! Aku tutup !”
PIP
“Eoh …” Hiu hwi termangu tak mengerti dengan pria itu, sudah seminggu tak pulang ke Apartement bahkan tak menghubungi sekedar menanyakan kabarnya. Yah ia tahu itu mustahil, tapi setidaknya pria itu menanyakan bayi yang di kandungnya bukan ? mengingat bagaimana saat pertama kali ia memberitahu dirinya hamil, pria itu begitu terlihat bahagia. Bahkan sebelumnya pria itu tak pernah menolak saat ia meminta macam-macam karena bawaan bayi, tapi sekarang sebelum ia meminta pun pria itu sudah menghindarinya dulu. Terlihat menolak.
Hiu hwi berjalan santai melewati beberapa gang yang merupakan jalan pintas ke Apartement. Suasana sore yang hangat namun masih terasa dingin membuat Hiu hwi nyaman karena ini yang diinginkannya saat ini, seimbang. Saat ia menikmati keseimbangan udara sesuatu menarik tangannya kasar hingga ia terjatuh. Hiu hwi meringis kesakitan dan ingin memaki si pelaku. Ia mendongak ingin memaki namun tertahan….
“Apa kabar nona Cho” sapa orang itu, dengan topi yang menutupi mata serta kaca mata hitamnya semakin kontras menakutkan. Walau begitu Hiu hwi tampak sangat kenal orang itu, Ya ia tahu siapa itu.
“Mau apa kau ?!” Hiu hwi ketakutan, entah mengapa ia merasakan rasa itu setelah sekian lama tak bertemu. Bahkan selama ini ia mencoba melupak wajah itu, tapi pada nyatanya wajah itu kembali muncul. Ia takut…
“Lama tak bertemu….” sosok itu tersenyum miring menakutkan. Ia merogoh saku jaketnya dan melemparkan selembar foto di depan wajah Hiu hwi yang masih dnegan wajah takutnya, walau terlihat juga garis garangnya.
Hiu hwi memungut foto itu dan melihatnya. Disana, sebuah taman bermain di samping gedung yang menjalar ke segala arah membentuk persegi saat musim dingin. Sepintas tak ada yang menarik dari foto itu, lalu ia kembali fokus melihat setiap titik tempat di foto itu. Selancar…Jungkat-jungkit yang dimainkan anak-anak kecil dengan pakaian bermotif senada dan Ayunan…………………….Hiu hwi mendongak
“Kau masih mengingatnya bukan ?” tanya sosok itu yang tahu arti tatapan Hiu hwi setelah melihat foto yang diberikannya. Ia senang karena inilah tujuannya
“Apa maksud mu dengan ini semua ?” Hiu hwi dengan bibir bergetarnya karena masih merasa takut dengan kedatangan sosok itu dan foto ini. Tentu saja ia tahu foto ini.
Sosok itu tertawa singkat dan bersimpuh di depan Hiu hwi yang masih tergeletak di tanah, ia pastikan pakaian wanita itu sudah tak seindah yang dilihatnya saat di depan Apartement tadi. “Kau tak merindukannya ?”
Hiu hwi membeku, tatapannya tampak seprti seekor binatang yang ingin menerkam mangsanya walau dalam keterkejutan. Ia memalingkan wajahnya dari sosok itu dan kembali melihat foto itu. Ayunan…. Persetan dengan ayunan bukan itu maksud dari pertanyaannya, tapi sebuah benda hidup disana. Termangu dengan wajah tertunduk, pakaian yang sama dengan orang-orang lain yang begitu tampak bahagian tapi tidak dengan yang satu itu. Tak ada yang menemaninya, sosok itu sendiri, rambutnya terlihat taak terawat, dan balutan kain di kepalanya, sepertinya terluka. Dan itulah alasan yang membuat Hiu hwi semakin membeku, rasanya ia ingin menangis.
“Bukankah…….” Hiu hwi tercekat saat ingin mengucapkan kata itu, ia tak kuasa kembali membuka memori yang sudah ia kubur lama. Kejadian yang membuatnya seperti manusia frustasi tak tentu arah. Ia seperti pelaku yang kembali terkuak, memori indah dan mengerikan mengkhianatinya dan keluar kembali. Ia mengingat itu…
“Dia masih hidup”
DEG !
Bahkan pria ini tak bisa membuatnya cukup dengan rasa keterkejutannya dan juga tak berdayanya ia kembali menguak memori itu. Ia tak percaya ini… Bagaimana bisa…
“Dia masih hidup, Lee Hiu hwi.”
Cukup ! rasanya Hiu hwi ingin sekali berteriak di depan wajah memuakan itu. Ia tak ingin mengingatnya. Percuma saja. Hidup atau tidak ia tetap tak ingin tahu. Tapi begitu kejamnya kah tuhan padanya sampai perasaan tak ingin tahu itu terselipkan dengan memori indah bersama benda hidup itu. Canda dan tawa yang ia alami di tengah keterpurukan hidup bersama pria ini dalam jurung nista. Ya, saat itu ia masih bisa tersneyum dan tertawa dengan kehadiran benda itu, tapi lagi saat ia menyadari bagaimana ia membutuhkan kehadiran sosok itu satu lagi memori terselip, memori mengerikan. Ia bingung. Isak tangis yang mulai terdengar dari mulut khianat ini rasanya tak pantas jika mengingat bagaimana brengseknya ia dulu. Disaat sosok itu kesakitan meminta pertolongannya, memanggil namanya dalam sakit ia pura-pura tak mendengar. Ia mementingkan dirinya sendiri. Keluar dari maut dan menyaksikan bagaimana sosok itu terus memanggilnya, ia tampak acuh. Tak peduli darah yang mengucur dari kepala kecil itu, ia hanya bisa menjerit memanggil nama itu, ia juga ingin menggapai tangan yang menjulur padanya. Terjepit dan tersesak di dalam sana. Ledakan yang terdengar kencang membuat keegoisan itu hancur. Bukan lagi jeritan dalam hati melainkan jeritan nyata, bahkan ia masih sempat mendengar namanya terpanggil dari bibir kecil itu.
Hiu hwi Noona…..
“AAARRRGGGHHH”
“ANNNIII !!!! ANNNIIIYYAAAA !!!! ANNNIIIIIYYAAA !!!!”
Hiu hwi menjerit histeris mengingat itu lagi, ia mengingat lagi dua memori yang sudah berhasil ia kubur. Sosok dihadapannya tersenyum kecut merasa ia telah berhasil, rencananya berhasil. Ia mengusap rambut halus Hiu hwi yang masih menjerit histeris ketakutan. Tangannya yang menutup kedua telinganya seolah tak ingin mendnegar suara itu, ia tahu suara apa karena ia tahu apa yang terjadi dengan memori itu. Terus menerus Hiu hwi memukul dadanya sesak, dan menutup telinganya mendnegar suara panggilan itu. Ia tak ingin mendengar suara itu sungguh…ia tak kuat rasanya….nyeri sekali…
Sosok itu kini bahkan berani membawa tubuh frustasi Hiu hwi ke pelukannya berbisik seolah ia adalah orang yang paling mengerti bagaimana perasaan wanita itu.
“Waeee… Waee ?!!!” jerit Hiu hwi lagi ia semakin menunjukan bagaimana keadaan dirinya yang kacau balau dengan memori itu. Ini adalah De’ javu. Ia ingat pernah seperti ini. Ya saat kejadian itu.
“Hiu hwi ya…”
Hiu hwi memukul dada sosok itu kesal dan marah, kenapa pria itu tega membuka memori yang sudah ia kubur. “Waaeee !!!!” jerit Hiu hwi lagi
“Hiu hwi…”
“Eottheoke………” Apa yang harus dilakukannya …….
▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓
Semuanya akan rumit akhirnya…..
Kalimat yang selalu terngiang di hari-hari kyuhyun seminggu terakhir ini. Hanya satu, tapi berdampak sampai sekarang. Entah ia mengikuti arah kalimat itu kemana atau diam seperti benda mati. Ia juga tak mengerti dengan dirinya saat ini. Tak pulang ke Apartemen dan memberi kabar pada orang-orang disana. Rasanya sesuatu tengah hilang dalam hidupnya, tapi ia tak tahu.
Pemandangan malam di pinggir jalan Gangnam inilah yang hanya bisa menemaninya. Temarang lampu yang berkelap-kelip dan juga dentuman music di setiap toko pinggir jalan ini. Ia menimati malam itu, dengan menutup matanya dan terbang pada dunia angin dalam gelap matanya. Rasanya ia ringan sekali di kegelapan itu, ia ingin seperti itu tidak seperti sekarang. Semua terasa berat.
Dalam tubuhnya ia merasa sangatlah lelah, ingin rasanya mencari tempat untuk bersandar tapi tak tahu dimana. Hatinya sunyi, rasanya ingin mencari keramaian itu tapi tak tahu dimana. Tulangnya kaku, rasanya ingin mencari kebebasan tapi tak tahu dimana. Bibirnya kelu, rasanya ingin mencari tempat yang menampung itu tapi tak tahu dimana. Ia tak tahu. Ini smeua tak tentu arah, tubuhnya bergerak tapi tak tahu untuk apa. Rasanya hidup sangatlah berat baginya, ia belum siap. Ini melebihi kejadian waktu itu, tapi ia tak tahu apa yang terjadi.
Bisakah kau menunggu hanya beberapa bulan, ku rasa itu tak terlalu lama. Tolong jangan terjerumus, kyuhyun ah……
TOLONG. Rasanya ingin ia berteriak itu setiap bertemu semua orang yang di kenalnya. Ia ingin meminta bantuan dengan derai air mata namun tak mampu. Sudah dikatakan tulangnya kaku, bibirnya kelu dan tubuhnya lelah…Jadi apa yang harus dilakukannya …..
Kesepian kyuhyun yang masih menikmati malam dengan mata tertutup seolah nyamannya terbang pada dunia gelap matanya, tak menyadari sesuatu. Sorot mata yang masih sama seperti dulu, namun entah kali ini terlihat begitu prihatin melihat sosok kesepian itu. Air mata yang sudah mengalir deras rasanya masih belum cukup untuk menatap tubuh itu. Hatinya nyeri melihat sosok kyuhyun yang terlihat begitu kurus dan wajah pucatnya, ia tahu pria itu tengah menahan sakit. Tapi apa yang bisa ia lakukan, statusnya bukan siapa-siapa bagi dunia nyata. Pria itu sudah tak sendiri, dan mungkin jika ia muncul dunia nyata pria itu akan hancur. Tapi bukankah selama ini kehadirannya membuat sosok itu hancur. Jadi apa yang harus ia lakukan….
Aku tak tahu apa yang membuat mu begitu kurus kyuhyun ah… itu tak penting lagi bagi ku karena aku tahu kau tak akan membaginya pada ku. Kehadiran ku adalah kehancuran untuk dunia nyata mu…. Disini lihatlah di sini… Aku di sini kyuhyun ah…. Aku sangat merindukan mu…..
TBC.....
SAAEENGGIIIEE BACK (still shinee backsound) Eotthe ? Nyambung ga sih ? saengi ga tau hahaha XD tapi gomawo udah mau baca XD JANGAN LUPA RCL ! Tidak Coment juga gapapa sih ga maksa soalnya takut nanti dikira Saengi gila coment gila hahaha XD Tapi bakalan ada kejutan khusus buat comentners (hahaha) yang selalu absen di ff ini, jadi saat ini rajin-rajinlah komen karena di part selanjutnya bakalan ada yang WOW ! sekarang belum, tapi kayaknya gaje nih yang sekarang hehehe MIANHAEE….. J Ah ya yang tanya Luving Distance a.k.a Luving You tunggu kelas salah satu FF saengi ya hehehe XD
MERCI … ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar