Jumat, 19 Desember 2014

∆NOTHER LOVE….[KYU-HWI] PART 9

∆NOTHER LOVE….[KYU-HWI] PART 9


TITLE                        : ∆NOTHER LOVE….[KYU-HWI] PART 9
GENRE                      : MARRIED LIFE (MAYBE)
RATING                    : PG-17          
CAST                         : CHO KYU HYUN - LEE HIU HWI


The real story from Mayda Ahn


            Saat tengah malam semua orang tertidur lelap Hiu hwi sendiri sedang bergumul didalam lemari es, sibuk mencari makanan. Akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat dan jelas berat badannya pun menjadi korban. Tapi bukankah itu wajar bagi ibu hamil dan kini kandungannya sudah menginjak bulan ke tiga, sedikit membuncit, anehnya tangan dan kakinya sudah seperti gajah hamil—menurutnya. Tadi Hiu hwi sudah menghabiskan stock ice cream milik Gyeol yang baru dibeli bersama kemarin lusa, pasti bocah itu akan mengamuk jika tahu, tapi seperti biasa Hiu hwi seperti mengkambing hitamkan kehamilannya untuk membuat semua yang dilakukannya terlihat polos, seperti ciri-ciri khas ibu hamil. Heol~

            “Gyeol-ya…”

            Suara itu begitu pelan tapi mampu membuat Hiu hwi mendongak dari gumulannya bersama makanan manis. Dibawah temaram lampu sana, kyuhyun berdiri ragu melihat kearahnya, sepertinya pria itu terkejut menemukan gumpulan badan yang hanya diterangi oleh lampu lemari es, ataukah karena terkejut melihat gumpulan daging bokongnya yang menyembul dari dalam lemari es.

            “Astaga ! Apa yang sedang kau lakukan, hiu hamil !?” sentak kyuhyun melihat kepala Hiu hwi menyembul dari dalam sana, ia mengira itu Gyeol karena bocah itu memiliki kebiasaan tidur sambil berjalan saat ia merasa lapar di dalam mimpi dan berjalan ke lemari es untuk memakan atau meminum sesuatu dalam keadaan mata terpejam.

            Hiu hwi ingin menjawab tapi isi mulutnya penuh dengan puding coklat yang tadi siang sengaja dibuatnya untuk dimakan bersama, tapi ternyata ia sendiri yang menghabiskannya. Tidak terduga menjadi wanita hamil itu. Kyuhyun mendekat dan menyampirkan jaket serta topinya di meja makan, memperhatikan ekspresi Hiu hwi yang tak bersuara sama sekali, dan ternyata ia harus menghela nafas, wanita itu kembali berulah.

            “Lagi ?” tebaknya tepat “aku tidak pernah melarang kau memakan apapun, tapi ini tengah malam Hiu hwi, oh tuhan sayangku.. kau akan sakit perut jika menghabiskan semua isi lemari itu jika benar terjadi”

            Hiu hwi memandang kyuhyun datar tapi merasakan sensasi kenyal puding didalam mulutnya yang masih berpotong besar, dan ia mengerjap. Sayangku ?

            “Lebih baik aku buatkan susu agar kau cepat masuk ke alam mimpi mu yang selalu lambat selesai itu” kyuhyun meninggalkan Hiu hwi menuju konter, mengeluarkan kotak susu dan menyiapkan mug, pria itu benar-benar melakukannya.

            Hiu hwi masih disana mematung dan kyuhyun melihatnya, ia menghela nafas, berjalan kembali mendekat ke Hiu hwi, ia menutup pintu lemari es dan menggiring Hiu hwi yang masih keheranan sepertinya. Kyuhyun menarik kursi dan mendudukan Hiu hwi disana, dan ia kembali ke konter melanjutkan membuat susu. Ia meletakkan mug sapi milik Gyeol dan menatap Hiu hwi memerintah untuk menghabiskannya dalam jangka pendek. Pria itu benar-benar memiliki aura menindas dan memerintah yang tak bisa dibantah, terlihat jelas dan tatapannya yang tajam walau jarang terjadi. Pria itu lebih sering menampakkan tatapan sayu dan kepolosannya.

            Heol~ dia memanipulasi yang menguntungkan, melelehkan hati wanita yang hampir melupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya hanya dengan tatapan dan snyumnya, sebuah penjualan yang mudah dilakukan.

            “Bernafaslah hiu hamil” nah itu dia, bernafas. Bahkan Hiu hwi sendiri melupakan hal penting itu dalam hidupnya, bagaimana jika ia benar-benar melupakan hal itu hanya karena mendapat tatapan pria itu. Sungguh memalukan.

            Kyuhyun menatap Hiu hwi sejenak lalu menghela nafas puas, ia melihat garis wajah wanita itu sudah mengendur, tidak seperti tadi ketika memakan semua isi didalam lemari es, sungguh tegang. tubuh Hiu hwi memang akan mengendur jika ia sudah bersentuhan dengan rasa susu ibu hamil, entah mengapa tapi benda itu cukup ampuh sebagai obat tidurnya. Kyuhyun mengangkat tubuh Hiu hwi dan menuntunnya menuju kamar, ia lelah dan tak ingin lagi melakukan apapun walau itu bersangkutan dengan Hiu hwi. Sejak ia keluar dari pintu mobil pundaknya terasa berat, seakan beban yang ia tinggalkan tadi di udara saat menyetir langsung menubruknya saat ia menginjakkan kaki di tanah. Hari ini begitu lelah, otak dan hatinya. Bahkan jika diperintah untuk menangis, kyuhyun pastikan ia bersumpah orang itu akan hidup bahagia, begitulah perasaannya sekarang.





            Ruangan itu begitu sepi tidak ada suara apapun seperti beberapa bulan yang lalu, kini kamar itu terasa begitu sepi tanpa ada suara dentingan. Kamar luas yang hanya didesain untuk seorang didalam sana, walau ranjangnya diperuntukan untuk pasangan. Suasana kamar itu cukup nyaman dan menenagkan paru-paru saat bernafas. Tapi sayangnya cahaya matahari tidak dapat masuk dengan sempurna, teralis-teralis besi yang berbentuk vertikal menghambat cahaya masuk. Jika diberi persamaan nama, kamar ini seperti sebuah penjara khusus untuk orang-orang keatas, hanya karena teralis itu, terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.

            Lupakan dengan cahaya yang masuk tak sempurna, yang ada terlihat lebih sempurna. Benda itu hanya berbaring tak melakukan aktifas yang mencolak sedikit pun, lebih-lebih menggerakan salah satu organnya pun tidak. Seperti seonggoh benda tak berguna, tapi nyatanya benda tak berguna itu membuat ruangan itu begitu cocok dengannya. Seakan inilah sang pemilik ruangan, hanya dia dengan kesetaraan tubuh dan kedudukannya berada disana.

            Untuk kedua kalinya lupakan itu, ini bukan masalah bagaimana benda itu ada disana, tapi mengapa benda itu berada disana.






            “Lihatlah nyonya, ini adalah bentuk tubuh bayi yang ada dikandungan anda, masih terlalu kecil mengingat baru memasuki usia ke empat bulan, tapi sebentar lagi tangannya akan terlihat mungkin beberapi minggu lagi” jelas dokter yang berusaha berkonsentrasi dengan matanya untuk melihat gambar itu.

            Sang nyonya pemilik kandungan itu diam terpaku, bola matanya mengikuti setiap gerak benda hidup yang ada disana, didepannya dan didalam tubuhnya. Terlihat begitu intens tapi ia tak bisa meraskaan apapun didalam sana, ia meraba perutnya, mungkin belum terlalu kuat, pertahanan kantungnya begitu kuat dan tebal, ia bersyukur akan itu.

            Rasanya ingin Hiu hwi menangis, ia tak pernah memiliki pemikiran kejadian ini akan ia alami. Mengandung dan pergi konsultasi setiap dua minggu sekali, ini bukan dirinya yang dulu. Walau sebelum ia rusak sekalipun—masih berpikir labil—tak pernah sejauh ini ia bermimpi, dulu ia hanya tahu bahagia bersama keluarga masa depannya, tidak dengan proses mengandung dan melihat anaknya yang bergerak ragu disana.

            Oh Tuhan rasanya ingin memeluk monitor yang menampakkan anaknya sekarang.

            “Pesan saya masih sama, jaga kesehatan anda, jangan terlalu banyak melakukan pekerjaan berat dan kelelahan. Jangan menunda makan atau menahannya, itu wajar saat masa hamil, Nyonya”

            Hiu hwi mengangguk walau tak sepenuhnya mendengar nasihat si dokter yang tak pernah berganti topik kesehatannya sejak tadi, oh ya ini adalah pusat kesehatan ia melupakan hal itu walau membencinya dan ia salah satu dari puluhan orang yang membutuhkan tempat dan orang-orang yang ada didalam bangunan ini walau ia berani bertaruh hanya ingin melihat benda hidup di monitor itu. Sungguh, ia tak pernah melebihkannya walau akhir-akhir ini ia selalu melebihkan segala yang dilakukannya atau ia rasakan, tapi tidak dengan sekarang, ia berkata sesuai dengan hatinya.

            Bergeraklah terus. Guncangkan kantung tebal perlindungku ini nak. Aku menantikan gerakan mu. Aku mantikan kehadiran mu. Secepatnya.

            “Uisa, boleh aku minta foto di monitor itu ?”





            Saat menuju tengah hari adalah hal menyenangkan untuk Hiu hwi sejak hamil, karena ia akan bermalas-malasan dan memakan semua makanan yang ada didalam lemari es sambil menunggu kehadiran bocah manisnya—oh ia bersumpah dan bahkan berani berlutut sepanjang malam pada Tuhan saat menciptakan rupa bayinya sedang dalam keadaan baik, ia sangat ingin bayinya seperti Gyeol, terlihat manis tapi tidak dengan menyebalkannya. Menonton film kartun adalah kebiasaan barunya lagi selama hamil, dan menurutnya hal itu begitu menyanangkan bahkan ia pernah memiliki pemikiran anaknya itu akan menjadi penyuka kartun dan berkemungkinan besar memiliki sikap yang manis dan menyenangkan. Oh sudah tentu pendek sekali pemikirannya itu, dan ia tak mau menyangkalnya karena ia sadar seratus persen walau mungkin semua dikendalikan setan jahil yang membuat otaknya menjadi terkontaminasi dengan pemikiran menggelikan.

            “Gyeol pulang…”

            Teriakan bocah itu sudah terdengar seperti biasanya, karena saat ia milirk jam di dinding memang sudah waktunya Gyeol pulang. Setelah kandungannya menginjak usia bulan ke empat kyuhyun melarangnya untuk mengantar jemput Gyeol dengan alasan keselamatannya yang sering mengalami kontraksi. Menurut dokter jarang ibu hamil mengalami kontraksi lebih awal sepertinya, memang tidak membahayakan tapi efeknya membuat Hiu hwi langsung lemas dan kehilangan rotasi pikirannya, ia akan melupakan sesuatu yang akan dilakukan sebelumnya. Ganjil memang, tapi itulah nyatanya, dan dokter hanya mengatakan itu bawaan bayinya, Hiu hwi pun tak ambil pusing untuk mengiakannya.

            “Anak manis..ayo kemari” Hiu hwi merentangkan tangannya siap menerima serbuan peluk manis Gyeol

            “Noona. bogosipho…” Dan sesuai harapan Hiu hwi bocah itu langsung menubruknya dengan peluk yang manis dan nyaman, Hiu hwi selalu suka moment seperti ini bersama Gyeol karena rasanya ia menyadari peran sebagai seorang ibu.

            “Bagaimana hari mu, tampan ?” Hiu hwi mengusap rambut Gyeol dengan sayang dan sepertinya Gyeol sangat menyukainya karena terlihat matanya yang besar itu tertutup sayu nyaman.

            Tapi sepertinya Gyeol tampang enggang dulu menjawab pertanyaan Hiu hwi karena ia merasa sangat nyaman setiap berada dipelukan wanita cantik itu. Seperti merasakan kehadiran ibunya. Ya, dia merindukan belaian ibunya, ia merindukan keluarganya.







            “Gyeol kau ingin ikut berbelanja ?” tanya Hiu hwi yang terlihat sedikit kerepotan mengenakan dress hamil yang sudah menjadi temannya tiga bulan terakhir ini.

            “Kau ingin berbelanja, lagi ?” seru suara dari kamar mandi beriringan dengan suara air yang memercik berhenti. Tentu saja pria itu bisa mendengar didalam sana karena tadi ia tak bisa menahan pekikannya, terlalu kesal dengan gaun menyebalkan itu.

            “Apa maksud mu dengan ‘lagi’,” Hiu hwi meladeni pertanyaan itu walau hanya setengah hati “Kau tidak lihat lemari makanan kesayangan mu itu.”

            Bunyi pintu terbuka dan menampakkan sosok hanya dengan balutan celana pendek selutut dan handuk yang tengah digesekan dengan rambut basah yang menyeruakan wangi semerbak, berlebihan hanya wangi biasa saja tapi menjadi ciri khas pria itu, entah ia tak pernah mencium wangi pria setelah mandi.

            “Ku rasa aku tak perlu menanyakan ‘bagaimana bisa’ karena sudah tertebak. Aku akan mengantar mu” ujar kyuhyun setengah kesal karena ‘hiu hamil’ itu selalu saja memiliki berbagai alasan untuk keluar rumah, padahal ia bisa menyuruh pelayan yang dipekerjakannya saat wanita itu hamil. Dasarnya Hiu hwi yang keras kepala rasanya ia tak tahu lagi bagaimana mencegah ego wanita hamil itu.

            Dan kembali terdnegar bunyi pintu terbuka disamping mereka dan menampakkan tubuh kecil. Gyeol sepertinya sudah siap bahkan sebelum Hiu hwi meneriakinya tadi. Gyeol sangat menyukai dunia luar dan bermain. Dan itu menjadi alasan untuk kesekian kalinya untuk menahannya melarang mereka untuk keluar dari Apartemen, menyusahkan saja.

            “Noona, kajja,” seru Gyeol penuh semangat, rasanya bocah itu sudah memprediksi kalau mereka akan keluar sore itu “kita akan belanja besal hali ini. Yipiii itu pasti akan menyanangkan, kajja noona !” kini Gyeol menarik-narik pelan lengan Hiu hwi.

            kyuhyun melihat kalau Hiu hwi kesulitan untuk menarik sleting gaun hamilnya yang terlihat begitu besar ditubuh mungilnya. Oh kyuhyun ingat gaun ini adalah gaun pertama Hiu hwi dimasa kehamilannya, dan gaun yang dibelikannya dengan usaha penuh. Bagaimana tidak ia harus rela masuk sendiri ke butik khusus ibu hamil karena tidak mungkin ia menyuruh orang, pasti akan mencurigakan. Lebih parahnya mungkin ketahuan tentang rahasia ini, astaga ia tak berani membayangkannya, semua orang tahu kyuhyun adalah pria lajang yang tengah berada dipuncak karier solonya beberapa minggu ini dan apakah lucu jika ia dibicarakan menyuruh seseorang ke butik ibu hamil. Pasti semua akan menyerbunya, tak mungkin juga ia memberi alasan untuk dirinya sendiri bukan ? Ia pria. Normal. Dan sempat terkejut seharian membaca artikel jika pria bisa mengandung. Perutnya memang sedikit lebih berisi sekarang, tapi itu karena ia terlalu malas untuk meluruskannya lagi, bukan karena ia menggantikan Hiu hwi mengandung anak mereka. Jangan salah sangka.

            Tangannya tanpa diperintah lagi sudah bergerak dan menarik resleting gaun itu dengan sedikit sulit karena sepertinya ada yang mengganjal “Kapan kau akan memeriksa kandungan mu lagi ?”

            “Lusa” jawab Hiu hwi seadanya, karena memang ia sendiri bingung menjawab pertanyaan kyuhyun, pria itu tidak pernah seperti itu sebelumnya.

            Kyuhyun mendesah senang, akhirnya sleting itu bisa ditarik ke atas “Aku belum pernah menemani, bukan ?”

            Walau masih bingung dengan arah pertanyaan kyuhyun, Hiu hwi tetap menjawabnya dengan anggukan. Ia menggerakan badannya mencari kenyamanan gaun sorenya ini, gaun yang indah menurut pandangan pertamanya dulu. Ia langsung jatuh cinta dengan gaun berwarna soft ini karena ia menyukai warna-warna seperti itu terlebih lagi ada aksen bunga-bunga yang mengumpul dibagian lehernya.

            “Kalau tidak terlalu sibuk aku akan mencoba meminta ijin.”

            Pernyataan kyuhyun membuatnya terpaku, pria itu mengatakan hal yang diluar akal sehat sepertinya. Hiu hwi tak pernah berpikir kyuhyun mengatakan hal itu atau bahkan terlintas pikiran untuk meminta ijin diwaktu sibuknya hanya untuk menemaninya ke dokter. Bukannya selama ini kyuhyun tidak peduli atau mengabaikan kehamilan Hiu hwi, hanya saja setiap jadwal pemeriksaan itu datang kyuhyun hanya akan mengatakn berbagai larangan juga nasihat saat Hiu hwi keluar rumah, mendengar nasihat dokter dnegan baik, meminta vitamin khusus jika memang perlu, dan akan menanyakan hasil singkatnya saja setelah ia pulang.

            Kyuhyun menyadari kalau perkataannya tadi terdengar aneh, dia orang yang sangat sibuk dan bertambah sibuk setelah mengeluarkan album terbarunya. Tapi entah kapan hari pikiran untuk menemani Hiu hwi ke dokter kandungan membuat hormon ‘inginnya’ berkembang, biasanya dia hanya akan menanyakan saat wanita itu pulang. Jadi wajar saja kalau ia melihat ekspresi Hiu hwi membeku, wanita itu sepertinya sedang berpikir keras karena keningnya berkerut. Rasanya ingin tertawa saja tapi melihat Gyeol ada diantara mereka ia urungkan.







            Sesuai dengan pernyataan kyuhyun, ia menemani Hiu hwi memeriksa kandungan walau datang terlambat karena jarak tempat pertunjukkannya jauh dari rumah sakit. Terlihat saat sebelum kyuhyun memasuki ruang pemeriksaan wajahnya tegang, mungkin ini pengalaman pertamanya. Tapi setelah mendengar penjelasan dokter tentang keadaan kandungan Hiu hwi dan pertumbuhan apa saja yang terjadi wajah itu mengendur, terlihat nyaman dengan perhatian tertuju penuh menyimak. Kembali Hiu hwi merasakan hal lain dari sisi kyuhyun, ini berbeda sekali.

            “Ku rasa semuanya baik-baik saja, tidak ada kelainan apapun dalam kandungan anda,” ujar sang dokter mengakhiri pemeriksaannya “apakah seperti biasa nyonya ?” tanya sang dokter pada Hiu hwi yang membuat kerutan dikening kyuhyun.

            Hiu hwi mengangguk pelan “Iya uisa”

            Kyuhyun tidak tahu maksud dokter dan Hiu hwi tadi yang pasti sekarang tubuhnya seperti mengalami sebuah uforia yang dasyat. Ia tak pernah merasakan ini sbeelumnya. Selama pemeriksaan mata dan otaknya terfokus pada suara merdu sang dokter cantik dan gambar di monitor yang ada didepannya. Memang hanya gambar tak jelas, tapi kyuhyun seolah melihat dengan begitu jelas. Melihat gerak-gerak kecil oleh tangan dan kaki yang menekan bulatan didepannya, seperti ingin cepat melarikan diri. Ingin rasanya ia menyentuh benda itu tapi sadar ia akan terlihat seperti orang tak waras. Mungkin sekarang cukup hanya dengan melihatnya saja, nanti ada saatnya ia akan menyentuh benda yang bergerak itu atau bahkan ia bisa menggendongnya, oh rasanya ia tak sabar menunggu saat itu.

            Hei, sebentar lagi. Kita akan bertemu. Didunia yang begitu banyak warna tidak lagi dunia sempit hanya sebesar telur dinasaurus itu. Kita akan bertemu. Kau menantikannyakan nak.






            Masa-masa tersulit dalam kehamilan adalah saat perut mu seperti kemasukan balon udara yang mengompa sendiri setiap waktunya. Ada banyak senasi yang kau rasakan, mual, perasaan buruk, pemikiran negatif, hilangnya kepercayaan diri, ketidak sabran menanti, keluhan berat dan bentuk badan menyedihkan mu serta guncangan yang selalu kau sertai kesyukuran. Ini bukan sebuah bualan walau memang dilihat dari kaca wanita manapun mereka seakan belum sanggup menerimanya. Begitu pun Hiu hwi.

            Mual adalah teman setianya setiap pagi dan tengah malam, tidak menutup kemungkinan jika kandungannya menginjak bulann ke enam, tinggal du abulan lagi masa-masa penuh sensasi itu diakhirinya. Setengah menanti-Setengah menahan.

            Tapi berkaca bagaimana indahnya mengalama sensasi itu membuatnya dilanda kesedihan, Tuhan tahu itu. Dia tak boleh egois dimasa kehamilannya ini, persetan dengan sensasi memuakan itu karena setiap detik terasa itu adalah sisa waktu yang dimilikinya merasakan hal ini. Kehamilan yang tak dikehendakinya, namun ada seseorang yang mengkehendakinya.

            Hiu hwi tak pernah bermimpi akan merasakan sensasi secepat ini di usianya yang terbilang begitu muda, dua puluh satu tahun. Jika ada survei tentang hal yang dialaminya ini ditanyakan pada wanita muda diluar sana, ia yakin tak akan pernah ada yang mau mengalaminya, jika jujur pun ia tak ingin. Walau hidupnya sudah hancur bukan berarti ia menginkan hidup dengan sesingkat ini, terlalu mendewasakan diri untuk ia alami. Hamil bukanlah hal yang umum dioemikiran wanita seusianya tapi inilah yang ia pilih, mengandung anak.

            Tuhan tahu ia begitu rapuh untuk menerima balon gas didalam perutnya ini, tapi Tuhan pun tahu dibalik kerapuhannya ia sanggup. Jadi untuk apa sekarang ini ia merasakan ‘harus menjadi egois’ jika padanya takdir Tuhan sudah tergaris untuknya seperti ini. Walau ia sudah tak mempercaya apakah Tuhan masih menyayanginya dan menganggapnya sebagai salah satu dari sekian milyar ciptaannya yang harus diperhatikan, tapi Hiu hwi percaya Tuhan selalu melihatnya.

            Buktinya adalah ia mengandung anak dari seorang yang begitu bertanggung jawab menampung hidupnya untuk keluar dari lingkaran gelap sana. Ia tak perlu lagi melakukan hal yang membuat kemurkaan penciptanya wlaau sekarang pun secara tidak langsung Tuhan mungkin sudah sangat muak dnegan hidupnya, lebih baik mungkin ia pergi saja dari dunia ini. Tapi satu yang ia pegang teguh tentang kepercayaannya tentang itu, ibunya pernah mengatakan ‘Kalau kau merasa diri mu lelah dan sendiri maka ingatlah untuk pergi ke bangunan ini dan berdoa pada Tuhan untuk menemani mu. Bunyikan lonceng dan berdoalah”

            Dan Hiu hwi tengah menatap benda itu, tergeletak tak bergeming dengan kehadirannya, benda mati. Lonceng tua yang masih sangat dikenalnya, ia selalu bertemu benda itu setiap minggunya. Keluarganya akan pergi ke tempat ini setiap minggu untuk berdoa dengan membunyikan lonceng sekeras mungkin—kata orang jaman dulu agar tuhan lebih mantap mendengar suara kita yang jauh dari atas sana—berharap Tuhan dengan kemurahan hatinya mengabulkan. Dulu ia dan sepupunya—Yun hee—berebut membunyikan lonceng tua itu dan harus diakahiri dengan tangis karena tak ada yang mau mengalah.

            Rasanya Hiu hwi ingin menangis mengingat semua kenangan masa kecilnya itu, walau itu tak berlangsung lama tapi ia bersyukur, Tuhan berbaik hati memberikannya kenangan baik yang terdominan pada buruknya.

            Hiu hwi masih mengamati benda itu ditengah kesunyian bangunan diatas bukit ini, suasana sepi selain percikan air dikolam ikan yang konon memberikan keberuntungan dan gesekan daun musim gugur yang sudah menguning mati. Niat awalnya ke tempat ini adalah berdoa agar proses melahirkannya lancar dan berharap masih berlaku ia mengucapkannya. Tapi setiap anak tangga yang ditapakinya mengingatkan pada masa lalunya, masa indahnya. Dimana dipenuhi dengan kebahagian dan tawa yang tak pernah ia rasakan lagi sekarang. Pertengkarannya dengan Yun hee, satu-satunya teman sebaya sekaligus sepupu yang kini entah bagaimana kabarnya setelah mereka pindah saat memasuki sekolah baru, Hiu hwi merindukan sepupunya, teman sebayanya, ia ingin bertemu.

            “Masih berlakukah aku berdoa disini ?” gumam Hiu hwi menatap sedih lonceng emas tua itu, terlihat begitu bodoh.

            Ingin sekali rasanya ia menangis dan meminta pada lonceng emas itu agar memberitahu Tuhan ia ingin kembali pada masa dulu itu. Ia lelah dengan kehidupannya sekarang ini.
            “Aku ingin kembali”

            “Kembali kemana nona ?” suara serak dan rapuh itu menyentakkan Hiu hwi dari lingkup masa lalunya. Suara dari orang tua dengan baju putih serta hitam khas biarawati dengan renda digaris pundak kebawah dan tudung panjang dibelakang kepala yang menutupi rambutnya

            “Apa kau sedang sedih ?” tanya orang tua itu sepertinya mengerti denga raut sedih yang terpatri jelas diwajah cantik yang menjadi perhatiannya sejak ia keluar dari tempat ibadah tadi.

            Hiu hwi sedikit ragu menjawab, tapi ia tahu orang tua ini adalah pengurus bangunan ini “Ya,” lirihnya “maaf apakah aku mengganggu kegiatan anda ?”

            Orang tua itu tersenyum lembut “Tidak. Apa kau berniat berdoa dengan membunyikan lonceng itu ?”
            Hiu hwi mengangguk walau sebenarnya ia sendiri tak yakin akan melakukannya.

            “Aku harap nona tidak membunyikannya dengan semangat, karena telinga ku akan berteriak lebih mengerikan dari bunyi yang dihasilkan lonceng emas tua itu” orang tua itu tertawa kecil mencoba menghibur dan Hiu hwi pun akhirnya tersenyum

            “Ku rasa aku akan mengurungkannya”

            Orang tua itu menatap Hiu hwi lembut mengamati jika wajah itu tak lagi terlihat begitu sedih seperti tadi dan tatapannya terpaku pada bagian tengah tubuh, perut.

            “Apa nona berdoa untuk proses melahirkan nanti ?” tebak orang tua itu dengan wajah perhatian.

            Sejak dulu ia menyukai ibu-ibu hamil yang datang kesini berdoa untuk keselamatan anaknya saat proses melahirkan dan memohon kebahagian untuk anaknya kelak ketimbang dengan anak muda yang meminta jodoh.

            Hiu hwi menganggu, “sepertinya begitu, tapi aku tak begitu yakin” sorot mata Hiu hwi kembali sedih.

            “Maukah nona berbagi ?” orang tua itu menawarkan diri dengan kelembutan dan kasih sayang yang begitu Hiu hwi rindukan, dan tak perlu pikir panjang lagi Hiu hwi mengangguk setuju. Mungkin ia butuh kelas rohani sejenak.





            Diruangan bewarna emas ini Hiu hwi menumpah segala yang dialami hidupnya ini, bahkan tak sangkanya ia menangis dengan deras didepan orang tua itu. Rasanya tak perlu ada yang ditutupi sekarang, mulutnya terlalu jujur didepan orang tua itu.

            “Nona pasti sangat lelah” komentar singkat orang tua itu. Hiu hwi tak mengelak bahkan ia juga lelah mengeluh.

            “Lebih dari lelah”

            “Apakah sudah selesai nona bercerita ?”    

            Hiu hwi mengangguk dan tersipu malu menghapus air matanya karena terlalu lancang berceri panjang pada orang tua yang sampai sekarang belum ia ketahui namanya.

            “Apa yang nona bayangkan saat melihat saya ? Pasti makhluk Tuhan yang suci dan setia beribadah ditempat membosankan dijaman sekarang ini. Sisa hidup yang ditemani dnegan bangunan tua yang memiliki warna sama, ikan-ikan yang dianggap sebagai simbol keberuntungan tapi tak begitu beruntung juga karena mati setiap waktunya dan lonceng emas tua yang jika tidak saya ganti talinya setiap tahun dengan meminta bantuan warga sekitar yang sering datang kemarin, tapi jika taka da warga maka saya sendiri yang menggantinya,” orang tua memulai ceritanya dengan senyum lembut “pada nyatanya semua itu adalah kebohongan belaka, saya bukan makhluk suci yang dimiliki Tuhan, tapi saya adalah makhluk yang berusaha mencoba mensucikan diri kembali.”

            “Dulu saya tak pernah membayangkan diri akan berada ditempat membosankan ini, tapi Tuhan sudah menggariskan takdir. Saya berasal dari keluarga yang mengutamakan adat dan kehormatan diri, tapi saya tak begitu. Masa sekolah menegah dulu saya sudah dinyatakan  hamil tanpa ikatan pernikahan. Keluarga saya tidak tahu dan saya juga tak berniat memberitahu sebelum bisa menemukan ayah anak yang dikandungan saya. Tapi saat lelaki itu sudah ditemukan dan bersedia menikahi saya, Tuhan menggariskan hal lain dibuku takdir saya, lelaki itu ternyata sudah memiliki istri dan membatalkan segalanya dihari pernikahan.” orang tua itu menghela nafas tampak mehana air matanya “Keluarga saya sangat malu dan akhirnya tahu kalau saya hamil. Mereka meminta saya menggugurkan kandungan dan pergi dari kota ini dengan tidak lagi menyandang nama keluarga. Rasanya hidup saya seperti tertimpa benda-benda yang ada dilangit, menjadi gelap dan saya ingin mati saja waktu itu. Karena tak ada pilihan lain didunia yang kejam ini, saya melakukannya dan kembali menjalani hidup sebagai orang yang tak memiliki keluarga. Beberapa tahun kemudian saya divonis mengidap tumor rahim karena proses aborsi yang tak bersih yang memaksa untuk mengangkatnya keluar dari tempatnya. Saat itu saya sedang menjalani masa-masa bahagia  kembali karena ada seorang pria baik hati yang mau menikahi wanita menjijikan seperti saya, tapi lagi-lagi itu bukan garis saya.”

            “Semua berjalan begitu cepat, pernikahan kedua yang batal dan operasi pengangkatan rahim saya. Tapi menurut teman-teman saya, lelaki itu masih mencari saya, ia sepertinya sangat mencintai saya begitupun sebaliknya. Saya sangat mencintai lelaki itu. Tapi Tuhan tak pernah mengikat kami, karena saya berpikir lelaki itu bisa mendapatkan kebahagiannya sendiri tanpa ada saya didalamnya. Sebulan kemudian saya kembali divonis menderita kanker payudara yang semakin membuat hidup saya terasa gelap gulita. Dan pada hari itu juga saya mangalami kecelakaan karena kekalutan yang saya rasakan. Saya buta. Tapi saya berharap saat itu saya mati. Pernah sekali saya mencoba melakukan hal bodoh dengan menuruni tangga bersama kursi roda berharap mati saat itu. Tapi ternyata seseorang menahan saya dan membisikan kata-kata indah yang seperti memberikan cahaya dikegelapan dunia saya. Ternyata orang itu adalah mantan calon suami saya, dia berhasil menemukan saya. Dia tahu semua yang saya alami dan meminta satu hal yang membuat saya mau melakukannya hingga samapai sekarang. Saya menjalani operasi untuk kesekian kalinya secara berturut-turut beberapa bulan karena ada pendonor yang menolong mata saya.”

            Hiu hwi menganga mendengar cerita orang tua itu, ia tak pernah menduga ada cerita yang begitu tragis selain dirinya. Mustahil. Bagaimana bisa orang sebaik orang tua ini bisa mengalami begitu banyak penderitaan dan masih mengingat jelas diusianya yang rentan ini. Bahkan ia tak sneggup menahan air matanya, ia menangis dan orang tua itu yang kini diketahuinya adalah seornag wanita tersenyum lembut mengenang masa kelamnya.

            “Benar kata orang dulu, jika kau melempar batu maka batu itu akan kembali pada mu. Jika kau melempar kebaikan maka kebaikan akan kau terima, tapi jika keburukan maka seperti inilah cerita saya. Disetiap cerita tragis pasti akan ada peran terbaik disana, dan dicerita tragis saya peran terbaik adalah mantan calon suami saya. Tapi peran terbaik itu adalah hal yang paling menyebalkan menurut saya, mereka pasti akan berperan juga seperti pahlawan. Lihat, perhatikanlah mata saya” orang tua itu menajamkan matanya dan baru Hiu hwi sadar jika mata itu bewarna biru legam yang indah “Ini bukan milik saya, tapi milik lelaki itu” orang tua itu menunjuk ke arah samping, Hiu hwi mengikuti arah tangan itu, jendela yang menampakkan taman besar samping tempat ini.

            Disana hanya ada bunga lily yang belum ia tahu dan juga kursi roda. Hiu hwi menajamkan penglihatannya dan ternyata dikursi roda itu ada penunggunya, lelaki tua yang rapuh sedang menyirami bunga tanamnya. Tatapan lelaki itu kosong dan penyiram ditangannya tak tepat menyirami ke bunga, ketika itu Hiu hwi sadar siapa lelaki itu. Ia menoleh kembali ke wanita tua itu dan mendapatkans enyum lemahnya yang lembut. Seakan mengerti arti tatapan itu, ia mengangguk.

            “Itu mantan calon suami saya. Pendonor mata biru legam indah ini.” ujar wanita tua itu masih dengan senyumnya.

            Pandnagan Hiu hwi kembali ke lelaki tua itu dan ia melihat senyum lemah menyertai tubuh rentan itu. Bagaimana bisa lelaki tua itu tersenyum dalam keadaannya yang begitu menyedihkan ?

            “Kami tak pernah menikah. Dia tak pernah meminta ku menikah dengannya lagi karena ia tahu penolakan akan menjadi jawabannya. Ia selalu ada disamping ku dan terus mengucapkan kata-kata indah yang menyelamatkan ku waktu itu.” wanita tua itu pun juga menatap sendu lelaki yang dicintainya sepanjang umur selama ini.

            “Kau pasti sanagat mencintainya.”

            “Kami mencintainya. Aku dan Tuhan mencintainya. Karena hari kami seperti yang dikatakannya selalu Tuhan menyertai.”

            “Kau pasti bahagia lelaki itu ada disisi mu”

Wanita tua itu mengalihakn tatapannya pada Hiu hwi dan kembali tersenyum “Lebih dari sekedar bahagia”

            Tatapan mereka kembali tertuju pada lelaki tua yang kini mencoba menundukkan kepalanya untuk mencium bunga yang tadi sudah ia raba-raba ada didepannya. Tapi meski sudah mencoba ia tetap gagal, bunga itu tertiup angin dan sudah tak berada tepat lagi ada didepannya. Pikiran mereka melayang pada cerita masing-masing betapa beruntung jika memiliki seorang lelaki seperti yang berada disana, pasti dunia tak akan lagi seperti tertimpa ribuan benda langit.

            Wanita itu menyadari keheningan yang ada diantara mereka, ia kembali menatap Hiu hwi dan tersenyum “Kau ingin tahu apa yang dikatakan lelaki itu saat menyelamatkan ku dan disetiap hari-hari ku ?” tanyanya mencoba mengalihkan tatapan kagum pada lelakinya

            Hiu hwi menoleh dengan bingung “Apa ?”

            Kembali, wanita tanpa bosannya tersenyum lembut “Cintaku. Kami mencintai mu. Aku dan Tuhan. Dan aku sangat mencintai mu, Hye ra.”




Another Love.....Kyu-Hwi [Love Stories] = PART 8

Another Love.....Kyu-Hwi [Love Stories] = PART 8


TITLE                        : ∆NOTHER LOVE
GENRE                    : MARRIED LIFE (MAYBE)
RATING                    : PG-17          
CAST                         : CHO KYU HYUN - LEE HIU HWI

The real story from @MaydaAhn

part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=460654983983112&refid=21

part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=457901844258426&refid=21

part 3 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=461558417226102&refid=21

part 4 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464598356922108&refid=21

part 5 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21

part 6 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21

part 7 : http://m.facebook.com/notes/super-junior-fanfiction/another-lovekyu-hwi-eottheoke-part-7/479285775453366

tambahan buat yang suka baca ff dance music & love

part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464962263552384&refid=21

part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=476380252410585&refid=21



Part 8 [Love Stories]


            Malamdingin…
            Hiuhwi sendiri…
            Alone…
            Dibawahkabut gelap ruangan yang di tangisinya kali itu ia serasa berada di duniasendiri. Penuh dengan kabut dan juga gemerlap scent hidup yang ia lalui selamaini. Dimulai dengan tangis polos bayi mungil yang berlumuran darah yangdisambut dengan suka cita kebahagian–––dan di akhiri tangis. Ia tengahmenangis, tapi lain dari awal ia datang ke dunia ini dan mendapat scent yangtak ubahnya bagaikan sampah, kini ia disambut dengan suka cita penderitaan.Dunia kali ini tengah di sibukkan oleh realita dan logika, dan semua orang akanmenilai dirinya sebagai realita dan logika yang nyata nyaris menyedihkan.
            Tapitak ayalnya tangis dan sambutan suka cita penderitaan kini terukir senyum kecildi bibir getar itu. Ia tersenyum. Begitu campur aduk hidupnya. Ini hidupsempurna pikirnya. Sendok yang mengaduk dunianya begitu lihai hingga membuatnyatak kuasa menolak realita. Tapi jika pun ia sanggup menolak akankah sanggup ituterjadi, mengingat derajat dirinya dengan sendok kehidupan itu, ia bahkan taklebih dari seujung kuku. Ia mahkluk lemah yang siap terombang prajurit sendokyang membawanya pada rasa kehidupan. Angin, prajurit yang membawanya disinisekarang, utusan sendok yang begitu sempurna menempatkannya di realita yangada. Ia bersyukur pada angin…begitu pun dnegan sendok….Gomawo…

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            “Noona…apa Hyung tidak pulang lagi semalam ?” Gyeol yang tengah sibuk menikmatisarapannya masih sempat membagi waktu untuk bertanya hal yang menurutnyapenting walau mulut penuh dengan makanan juga mengotori meja makan
            “Diasedang sibuk Gyeol… cepat habiskan makanan mu” titah Hiu hwi hangat. Pagi iniia terlihat begitu segar setelah kabut yang menemaninya pergi bersama dengantiupan angin yang pasrah akan keadaan.
            “Sesibukapapun Hyung halusnya ia pulang. Kasihan Noona kesepian…”
Hiu hwi tersenyum hangat menyambut pengasihan Gyeol“Noona sudah terbiasa…”
            “Aish…chincha ! Hyung halus dibeli pelajalan ! Awas saja–––––”
            “Awassaja apa bocah tengik ?!!!” sela suara bass yang muncul di balik tirai sambunganberbagai bunga yang baru dipasang Hiu hwi
Pria itu kembali…
Cho Kyuhyun…
            “Yak! HYUNG ! Kemali kau !” pekik Gyeol geram. Ia turun dari kursi dan menyeretnya,berjalan dengan berdecak pinggang, raut mukanya terlihat marah. Bocah itubenarkah akan melakukannya ? memberi Kyuhyun pelajaran ?
            Kyuhyundengan angkuhnya menaikkan dagu dan juga mengikuti gaya Gyeol berjalan. MenatapGyeol dengan tampang menantang…. benarkah … ini terlalu kekanakan. Gyeol sudahberdiri di depan Kyuhyun masih dengan raut muka geram ia naik ke kursi yangdiseretnya. Ia menyadari betapa menyedihkan tinggi badannya dibanding denganpria di hadapannya.
            “Kaumasih belani pulang, eoh ?!”
            “IniApartemen ku !”
            “Yak! Aish ! chincha Hyung ! Kau tahu aku sedang malah pada mu !”
            “Alla!” balas kyuhyun meledek Gyeol dengan menirukan ketidak mampuan Gyeolmengucapkan huruf “R”
            “Kalautahu, tunduklah pada ku !”
            “Mwoga?”
            “Akulaja disini ! Jika kau tak ingin tunduk pada ku, kau akan tahu akibatnya !”
            “Cih…Michin…”
            “Yak! Kau sungguh tak tahu atulan main ! Kau halus menelima hukuman mu !”
            “Yaaaakkk!––––––––”
            “Jangantinggalkan Hiu hwi Noona !” sela Gyeol cepat.

Hening…………..

Kyuhyun diam… Gyeol diam…. Begitu pun dengan Hiu hwi.Wanita ini membeku saat namanya keluar dengan begitu klimaks cepat di mulutkecil nan tajam Gyeol. Bocah itu menyebut namanya juga dengan embel-embel laindi belakangnya.

            “Jangan tinggalkan Hiu hwi Noona !”

Kalimat itu…..entah untuk keberapa kalinya terngiangdi telinga dan bergumul di otaknya. “Jangantinggalkan Hiu hwi Noona !” begitu singkat dan padat. Tapi ia tak mengertimaksud kalimat yang meluncur dari mulut Gyeol, mengaapa bocah ini beraniberucap seperti itu ? Apa yang ia tahu tentang hubungannya dengan Kyuhyun ?bukankah sejak awal kedatangannya Kyuhyun mengatakan mereka hanya orang yangdekat dan memiliki ikatan yang tak lazim ? Lalu bagaimana bisa kalimat itumeluncur dengan indahnya ?

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Semilirangin siang di musim panas. Hiu hwi menatap langit dibalik polosnya jendelaruangan. Menikmati hangatnya musim panas tanpa pendingin ruangan jugamengalunnya melodi indah di sampingnya. Benda persegi biru itu dengan polosnyamenuruti semua yang sudah diatur oleh Hiu hwi sebelumnya, lagu mana saja yangingin ia dengar. Benda yang penurut. Adakah manusia yang seperti itu ? menurutdan pasrah dengan pengaturan yang sudah ditentukan ? Jika kembali ke belakang,rasanya ia tahu itu. Ada. Dirinya.
            Pasrahdengan takdir yang memberi scent kehidupan pelik yang tak pernah ia duga atauterka sekali pun. Dibalik tawa juga senyum cerah wajah bercahayanya dulu, iaakan menjadi seperti ini. Gelap dengan kabut tebal. Sesaat kabut itu bisaterterka dengan kehadiran cahaya kecil yang tidak ada tandingannya dengan kabutpekat itu. Namun cahaya kecil itu mampu menerka kabutnya. Tapi sayang, kembalihukum rimbalah yang menang. Yang kuat adalah pemenang. Dan hukum kehidupanadalah Yang pekat yang menang. Dan kabut itu kembali menutupinya, menerjangcahaya kecil tanpa daya apapun. Menjadi serpihan yang menyakitkan baginya saatini.

            Serpihankecil yang malang bukan…..

            “Gyeolmengetahuinya ?” kembali suara bass itu mengejutkannya dibalik kabut gelapkehidupan. Pria itu, bagaimana bisa begitu mudah mengeluarkan dan memasukkannyadari kabut gelap itu ? Sebenarnya apa kekuatan yang dimiliki pria sempurnaini….
            “Mwoga?” terdengar begitu lirih di telinganya, lalu bagaimana dengan telinga priaitu. Tatapannya lurus ke depan seperti dirinya tadi yang ditemani oleh kabutgelap.
            “Apasaja yang sudah kau katakan ?”
Hiu hwi memiringkan kepalanya, intens tatapannya kaliini, ia bingung “Mworagoo?” ia berharap pria itu menolehkan sedikit kepalanyauntuk menyambut tatapannya. Dan harapannya terkabul
            “LeeHiu hwi… Bukankah kau masih ingat perjanjian kita ?” Kyuhyun dengan nada suaraseriusnya menatap wajah Hiu hwi bergetar. Rasanya lama tak jumpa…
            “Hubungankita sudah tertulis jelas di kertas lesu bercetak tebal KONTRAK!”     
            “Apa kau masih ingat isinya ? kita sudahpernah membahas ini sebelumnya tentang arti di setiap butir kalimat itu. Bukankontrak seumur hidup, berlaku hanya sampai Lee Hiu hwi  melahirkan. Kau ingat ? Kau tahu apaitu artinya ? Semua tidak permanen ! Kontrak ini akan berakhir ketika kaumelahirkan, dan pada dasarnya kontrak ini tersembunyi. Tak boleh ada yang tahukarena bukan kontrak seumur hidup. Keluarga ku juga orang terdekat ku termasukdiri mu, tak berhak tahu tentang kontrak ini. Kau bukan permanen dalam kontrakitu, begitu juga di kehidupan ku.”
            Hiuhwi tercengang. Tubuhnya pun ikut menegang. Semua terasa kaku, sendinya takmampu bekerja dengan baik sekarang. Cercaan panjang lebar dari mulut Kyuhyunseakan menjadi perisai yang membentenginya untuk tak berkutik. Ia berada dibawah kuasa Kyuhyun saat ini, begitu pun dengan mulutnya dan juga matanya yangterkunci di hadapan tatapan tajam Kyuhyun.
            “Kaliini aku tak ingin terlihat begitu kejam dan membudakkan diri mu Hiu hwi,terserah kau akan melanjutkan kontrak ini atau tidak karena pada kenyataannyakau tak memiliki pilihan lain. Semua sudah tergores disana, tanda tangan mu.Dan sekali lagi ku ingatkan, kontrak it–––––“
            “Arra…!” sela Hiu hwi cepat. Ia tak ingin mendengarnya lagi. Cukup sekali Kyuhyunmengeluarkan kata seperti jenis markeryang mampu membuatnya terkunci oleh perisai hingga sendi-sendinya pun takbekerja
            “Bukankahpada nyatanya begitu, aku tak memiliki pilihan sedikit pun. Saat kau datangmenawarkan kehidupan baru, aku tak berharap banyak itu menjadi baik dan padanyanyata hidup ku tetap jalan di tempat. Apa aku boleh mengatakan bahkan lebihburuk ? apa itu terdengar kasar di telinga mu tuan ? ku harap kau mengertiposisi ku saat mengatakan itu.” dengan bibir bergetarnya Hiu hwi mengatakan halitu dengan susah payah, hati dan pikirannya bertolak belakang. Hatinya sakit danotaknya berontak dengan cercaan kyuhyun. Nyeri hatinya tak bisa mengalahkanotaknya yang berontak, ia masih memiliki harga diri bagaimana pun adanya, tapiapa daya ia terlihat begitu lemah di mata pria itu. Ditambah mulai rembesnyakantung mata ini, semakin menunjukkan begitu lemah dirinya, dan juga begiturendah dirinya hingga tak sebanding dnegan pria ini.
            “Apakau tahu bagaimana kehidupan ku dulu ? Ah tentu kau tak tahu karena padanyatanya sendok telah mengaduk kehidupan dulu ku terbang bersama prajuritnya.Aku mengawali dunia ini dengan tangis yang disambut suka cita orang tua danpada akhirnya aku juga harus melakukan tangis untuk mereka, bukan suka citatapi duka cita. Kau tahu mereka hanya memiliki perbedaan satu kata di depannya,dan pada saat yang bersaan kita tak tahu yang mana tangis suka dan duka. Kaubisa membaca pikiran orang ? Kau bisa membedakan setiap jenis air mata yangkeluar ? Jika begitu, tolong beritahu air mata apa yang sedang ku keluarkansaat ini”
Dengan tatapan lemahnya Hiu hwi tetap menatap matatajam Kyuhyun. Mencurahkan setiap rasanya agar menyeruak pada hulunya. Ia inginmemberitahu pria itu bagaimana perasaannya saat ini. Walau ia tak berharapbanyak akan itu.
Dan akhirnya … Tes
Jutaan kepedihan hati yang dirasakannya meluncur… Tes
Jutaan rasa yang menyerap di tubuhnya meluncur… Tes
Jutaan emosi yang menyerang meluncur… Tes
Dan entah berapa juta ketebalan kabut kehidupan yangakan menutupnya…. Bukan hanya Tes… Tapi kapan tetesan itu akan berakhir….Tes..Tes..Tes..

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Really…..Satu kata yang membuat Hiu hwi tercengang bukan main. Hubungan yang merenggangbersama dengan suami kontraknya membuatnya harus menguras hati juga pikiranmenetralkan keadaan. Menunjukkan dirinya seperti biasa terhadap Gyeol yangsemakin tumbuh baik dan memiliki banyak teman. Tidak lagi menjadi bocahkesepian dengan satu teman kencan setia. Kali ini Gyeol sangat berani, Hiu hwisendiri tak menerka dengan itu. Di taman dekat Apartemen yang menjadi tujuanutama mereka mencari udara segar, kini menjadi saksi bisu keberanian bocah enamtahun berdemokasikan perasaannya. Terlihat begitu merdeka….. Andai ia bisamerdeka seperti itu…
            “Dengal,kau lebih muda dali ku jadi jangan menyela jika aku belum selesai bicala.”dihadapan Gyeol adalah bocah yang cantik juga polos, dress yang di pakainyaterlihat sangat serasi di tubuhnya. Sangat manis.
            “Ekhm”ia berdeham tandanya ia serius “Aku cho Gyeol namja yang belum fasihmengucapkan huruf kembalan “L” dan juga pledikat pangelan tampan sejagat laya,ingin mengatakan hal khusus pada mu”
            “Oppa….Kau ini kenapa ? Kenapa bahasa mu aneh sekali” sela gadis itu
       “Yak ! Aku sudah bilang jangan menyela ! Kau tidak ada lomantisnya samasekali, Song In Hwa”
            “Habisnya Oppa tidak jelas…” gadisitu berbalik ingin meninggalkan Gyeol namun dengan kekuatan kilat ‘pangerantampan sejagat raya’ yang menjadi julukan Gyeol mencegahnya.
            “Yak ! Aku belum selesai belbicala!”
            “Cha…Bicaralah” dan itu dia. Gadis kecil ini lebih pandai dari Gyeol, ia sudahlancar mengucapkan huruf “R” dengan fasih. Lalu kapan Gyeol ?
            “Akumenyukai mu. Jadilah milik ku !”

BBBYYUURRR !

            Hiuhwi yang sejak tadi menyaksikan telenovela under ten dengan minumansodanya  terkejut. Ia menyemburkan airyang di mulutnya saat kalimat yang sangat tak asing ia dengar. Yah ia rasanyapernah mendnegar itu… Tapi kapan….

            “Aku menyukai mu. Jadilah milik ku !”

            Baiklahlupakan… Itu hanya membuatnya kembali flashback pada kisah monyetnya saatremaja dulu. Kini ia melihat pemain telenovela yang menjadi tontonannyamemandnagnya jijik. Oh haruskah semua orang memberikan pandangan jujur sepertiitu.
            “Noona…Kaumemalukan !” cetus Gyeol
            “Eonniitu siapa ?”
            “Diakekasih ku !”

JDDDEEERRR !

            Apabocah ini mabuk ? KEnapa ia mengatakan bomnya sendiri disaat menyatakancintanya. Sejak kapan orang mengatakan cinta dan mencetuskan orang lain sebagaikekasihnya. Bocah gilaa…..
            “Kekasihmu ?”
            “Nde…Yeoppochana ?”
            “Hmmm…”gadis kecil itu memandang Hiu hwi aneh. Ia tak mengerti arti tatapan bocah gilaseperti Gyeol.
            “Geundae….Bagaimana kau mau menjadi kekasih ku ?”
Gadis kecil itu tampak berpikir dengan menundukkankepala dan Hiu hwi dapat melihat rona merah pada pipi berisi gadis itu. Gadisitu tersipu… Ah Gyeol kau ….
            “Mian…”

Deg !

            “Mwo?”
            “Shireo!”
            “MWO?!”
            “NANSHIREO !”
            “Kaumenolak ku ?”

MWO ?! GYEOL DI TOLAK ? LALU TADI……

Gadis itu mengangguk mantap, tak ada ragu sama sekali“Aku tak ingin memiliki kekasih. Eomma bilang aku harus menjadi wanita dewasadulu baru bisa mendapatkan kekasih. Eomma juga bilang hubungan cinta itu rumit,dan kita tak patut untuk ikut bermain di sana karena roda putarannya lebihcepat dibadingkan dengan permainan putaran di sekolah. Kau tahu aku tak kuatakan putaran, jadi aku tak ingin. Mian” gadis kecil itu berbalik pergimeninggalkan Gyeol yang mematung. Entah bocah itu mengerti atau tidak, yangjelas ia tak menyangka jika gadis kecil umur lima tahun bisa mengatakan katasebijak itu.

Hiu hwi masih melihat gadis kecil itu berjalan normaltak cepat pertanda bohong dengan kata-katanya karena menangis atau pelan karenatak rela dan ingin berbalik menarik kata-kata bijaknya. Really. Ia tak percaya.Ia ingin menjadi gadis itu…. Hingga gadis itu berseru bahagia memanggil ibunyayang baru saja turun dari mobil. Terlihat sangat cantik, pantas saja gadis itubegitu cantik tak salah jika Gyeol berani seperti tadi.
Hiu hwi berbalik pada Gyeol, tapi bocah itu sudahlenyap. Tak ada patungnya seperti saat gadis kecilnya pergi meninggalkannya. Iatersenyum kecil, ternyata cinta sudah menyebar pada under ten.
Saat Hiu hwi sibuk mencari keberadaan Gyeol yangkemungkinan besar sedang berada di tempat sepi karena kegalauannya. Gyeolgalau. Pastinya ia malu dengan semua gelar yang ia sandarkan selama ini tapiharus di tolak oleh gadis yang disukainya. Walau Hiu hwi tak tahu rasanyapenolakkan, setidaknya ia tahu rasa penolakkan sebelum mengungkapkan.

Hiu hwi mulai panik karena Gyeol belum juga terlihat,sebentar lagi jam makan malam dan itu tandanya Kyuhyun akan datang. Jika priaitu tahu adik terkutuknya tak ada di rumah, yang menjadi sasarannya adalahdirinya. Kemana bocah itu bergalau ria…..
            “Oppaa….”
Dibalik kalutnya Hiu hwi mendengar suara yang takasing, ia pernah mendnegarnya.
            ”Kausedang apa ? Kenapa kau terus menunduk ? Sebentar lagi hari akan gelap dan akuharus pulang”
Semakin jelas Hiu hwi mendengar suara itu, dansepertinya itu ada di balik pohon mapel di tepi sungai. Hiu hwi mendekat danbetapa terkejutnya mendapatkan dua insan yang baru saja menjadi pemaintelenovela yang di tontonnya tadi sedang berdua. Di balik pohon ini….
            “Palli….Angkat kepala mu ! Kau tak takut gelap, eoh ?” gadis kecil itu terus berbicaramembujuk Gyeol untuk bangkit tapi sayang, Gyeol masih diselimuti kegalauan.
            “Oppa…ini hampir gelap. Aku harus pulang, kau juga bagaimana jika ahjumma…. ah animaksud ku kekasih mu tadi mengkhawatirkan mu, kasihan sejak tadi ia mencari mu”
Ternyata gadis kecil ini melihatnya tadi ? bukankahtadi ia pergi bersama ibunya ?
            “Oppaaa…..Gyeol Oppaa….” rengek gadis kecil itu, ia menarik lengan Gyeol agar bangkit,tapi Gyeol tetap pada posisinya. Kuat juga dia…
            “Khhhaaaaaaaa…!!!!!!!!”pekik Gyeol di bawah tunduknya. Hiu hwi tercengang, Gyeol tak pernah membentakorang sebelumnya bahkan Kyuhyun pun tidak. Mereka hanya saling berteriak dengannada biasa namun diakhiri dengan tawa. Ini pertama kalinya Hiu hwi mendengarGyeol membentak orang lain terlebih lagi gadis kecil ini…
            “Oppaaaa………”lirih gadis kecil itu tak percaya
            “Khhhaaaaaaa…..!!!!!”gertak Gyeol lagi, dan akhirnya gadis kecil itu pergi dengan air muka sesal.Air matanya jatuh tadi, Hiu hwi bisa melihat itu sepertinya gadis itu terkejutkarena sikap Gyeol yang kasar. Gadis itu pergi dan kini Gyeol kembali sendiri,masih tertunduk namun beberapa saat tubuhnya bergetar. Hiu hwi menghela nafas….

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            “Akupulang”

Seru Kyuhyun dengan diiringi suara rusuh membukasepatu, ia selalu begitu sulit untuk membuka sepatu sendiri. Tapi anehnya iatak mendnegar suara seruan menyambutnya, biasanya Gyeol akan berteriakmemarahinya karena selalu berisik jika datang, terlebih lagi kali ini dirinyaterlambat pulang.
            “Akupulang”
Lagi, Kyuhyun berseru hal sama tapi juga tak adajawaban. Ia menengok ke dapur tapi tak ada siapa pun. Kemana Gyeol dan Hiu hwi,bukankah sekarang sudah lewat jam makan malam mengapa rumah sepi sekali.Mungkin mereka pergi, tapi sepatu mereka ada di depan pintu. Mungkin merekapergi dengan sepatu lain.
Kali ini Kyuhyun merasa sangat lelah ia ingin sekalimengakhiri hari ini dengan bertemu air hangat bath tub dan berendam damai. Iamengisi air dan berjalan ke kamar tak sangka di depan kamar ia melihat Hiu hwi.Wanita hanya berdiri tak bergerak, matanya menatap lurus ke depan.
            “LeeHiu hwi”
Wanita itu menoleh dan menampilkan wajah lelahsepertinya, namun anehnya ada air muka pasrah disana. Kyuhyun mendekat danmelihat ke dalam kamar yang menjadi objek wanita itu diam, hanya ada ruangangelap. Dimana menariknya…
            “Apayang sedang kau lakukan disini ?” Kyuhyun menoleh kearah Hiu hwi yang melakukanhal yang sama seperti tadi, hanya menatap lurus ke depan
            “Hey,kenapa kau diam saja ? Eoh dimana Gyeol ? biasanya dia akan berteriak memarahiku karena datang terlambat. Apa dia belum pulang ? Hey tunggu bukankah kalianselalu bersama ? Tapi mengapa Gyeol tak bersama mu sekarang ?”
Bondongan pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan hanyamendapat tanggapan yang sama dari Hiu hwi, ia tetap diam dan menatap ke ruanggelap itu. Aneh sekali
            “Heyaku kenapa diam saja ?”
            “Gyeolada disana” lirih Hiu hwi, akhirnya ia bisa mengucapkannya juga. Sebenarnyasejak tadi ia ingin mengatakan semuanya, namun ia bingung harus mulai dari mana
            “Mwo?”
            “Sejakpulang tadi dia berada di sana”
            “Woah…Minchinde…”
            “Anibukan sejak pulang tadi, tapi sejak–––“
            “Mwo? Sejak kapan ? Kau bercanda, Gyeol takut gelap bagaimana bis––––“
            “CintaGyeol di tolak” sela Hiu hwi cepat sebelum Kyuhyun meneruskan ucapan takpentingnya. Ia ingin memberitahu pria itu dengan singkat karena sebisa mungkinsekarang ia harus menghindari berbagai skinship atau perbincangan dengan priaitu.
            “Mwo?”
            “Tadisore Gyeol mengajak ku ke taman, dan ternyata dia ingin menyatakan cintanya.Tapi gadisnya malah menolaknya dengan berkata bijak, aku rasa Gyeol sangatmerasa terpukul.”
            “ApaGyeol menangis ?” tanya Kyuhyun hati-hati karena berbahaya jika Gyeolmendengarnya, bocah itu terlalu sensitif dengan kata menangis. Bocah itu takpernah menangis sebelumnya, tangis pertama saat ia tumbuh adalah di umur ketiganya, dan saat itu Kyuhyunlah pelakunya, ia meruka PSP pertama Gyeol yang didpaat dari ayahnya.
            “Sepertinyabegitu” dan ya, Kyuhyun tahu Gyeol pasti menangis sekarang karena sejak tadi iamenajamkan pendnegarannya dan ia mendnegar suara isakan kecil. Gyeol pasti menangisdi bawah selimut seperti tiga tahun lalu.
            “Diapasti sangat terpukul, karena terlihat begitu rendah di hadapan gadis itu.Bahkan ia berani membentak orang untuk pertama kalinya terlebih lagi orang itugadis kecilnya, dia terlihat begitu terpukul, bukankah Gyeol tidak pernahseperti itu ? Geurechi?”
Kyuhyun diam, tatapannya terkunci pada wajah itubahkan bisa dipastikan ia tak mengerti apa yang dikatakan wanita yang sedangmenjadi objeknya ini. Ia melihat begitu jelas lekuk wajah wanita itu, bibir yangbergerak sesuka hati, mata yang mengedar, hidung yang indah dan juga keningyang bagus. Terlihat begitu….
            “Noona”
Suara serak di dalam ruang gelap itu membuat Hiu hwidiam, baru saja namanya terpanggil dan yang memanggil itu adalah Gyeol, orangyang dikhawatirkannya sejak tadi. Kyuhyun melihat garis wajah wanita ituberubah drastis, terukir sebuah keterkejutan dan lega. Apakah karena Gyeolmemanggil namanya ? Apa istimewanya ? Wanita itu begitu cemas pada Gyeol yangada di ruang gelap itu terlihat begitu menyayangi bocah itu. Apa Hiu hwibenar-benar menyayangi Gyeol ?
Hiu hwi tak percaya akhirnya namanya terpanggilolehsuara itu. Ia menoleh dan mendapatkan tatapan penuh dnegan kekaguman dari matatajam itu. Ia ikut terpaku, seolah perisai yang dimiliki pria itu kembalimengunci segalanya. Termasuk sendinya, harusnya sekarang ia masuk ke dalambukan diam terpaku di hadapan pria ini.
            “Noona! Aku tahu kau di depan pintu bersama Hyung ! Masuklah”
Gyeol masih memanggil wanita itu, tapi sayang tak adasahutan. Tadi dia berani bertaruh jika wanita itu ada di depan pintu danberbincang dengan Kyuhyun, terdengar begitu jelas di dalam sini. Walau suaranyatak begitu jelas karena berada di dalam selimut, harusnya wanita itu dapatmendnegarnya karena jarak yang dekat. Tapi kenapa tak ada sahutan sekali ? Apatadi yang di dengarnya hanya khayalan ?
            “Noona!!!!!!!!!!!!!!”
Dan yang ketiga kalinya Gyeol tak tinggal diam, ialangsung menyibakkan selimutnya dan turun dengan langkah berat. Kepalanyaterasa pening, mungkin efek menangis tadi. Ia berjalan ke pintu dan benar bukan tebakkannya, wanita itu ada didepan pintu dan pastinya lagi bersama Kyuhyun. Tapi anehnya mereka salingbertatap dalam diam. Gyeol tak pernah melihat orang memiliki tatapan yangbegitu intens terlebih lagi lama. Ia tak pernah menatap orang selama itu. Inianehnya menurutnya….

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            “Noona”lirih Gyeol dengan kepala menunduk, semalam ia sudah mau keluar kamarmenghabiskan makan malam dan sejak semalam juga bocah itu menjadi pendiam.Matanya bengkak dan wajah pucat, begitu pun dnegan rengekan Gyeol yang mengakukepalanya sakit. Dan Gyeol akhirnya demam….
            “Hmm…Ada apa ?”
            “Gyeoltelihat begitu menyedihkan bukan ?”
Hiu hwi menaikan satu alisnya dan melirik Kyuhyun yangjuga sama bingungnya dengan ucapan bocah ini. Apa ini efek dari demam semalam ?
            “Kemalin….halusnyaGyeol tak pellu menangis dan membentak In hwa, kasihan pasti dia sakit hati.Noona…eotthoke ?” lirihan Gyeol terdnegar begitu pasrah, bagaimana mungkinbocah seumur Gyeol bisa memiliki pikiran seperti itu ? Walau kemarin Gyeolmenunjukkan dirinya sedang patah hati seperti pria kebanyakan, tapi kali ini iamenunjukkan kekhawatirannya pada gadis itu. Apa semua pria akan seperti Gyeol ?mengkhawatirkan perasaan wanita yang menolakknya ? bahkan merasa bersalah…
            “Bagaimanakalau In hwa malah dan menjauhi Gyeol ? Ah andwaeeee !!!!! Noona eotthoke??!!!!” rengek Gyeol bahkan ia menarik ujung lengan kaos yang dipakai Hiu hwi.Wanita itu juga bingung sendiri, ia tak pernah merasakan apa yang Gyeolrasakan. Tapi satu kalimat julukan Gyeol yang melintas di otaknya, bukan lagi“Umur minim tapi pikiran maxim” melainkan “Umur minim tapi hati maxim” Ohgyeol… Andai kata kau seumuran ku, pasti kau sudah ku tikam, batin ganas hiu hwiyang dipenuhi fantasi wanita maxim gila.
Hiu hwi melirik Kyuhyun yang juga bingung, pria itubahkan sudah tak memegang rotinya seperti tadi. Pria itu diam lalu sedetikkemudia muncul ukiran di wajahnya. Kyuhyun tersenyum
            “YakCho Gyeol Ah !” sentak Kyuhyun masih dnegan senyumnya yang errr….. tapi anehnyapria itu bisa menyeimbangi dnegan wajah serius yang ia tampakan. Pria ini….
            “Apayang kau katakan eoh ? Bagaimana bisa kau berkata lemah seperti itu ?!”
            “Hyung..”
            “Kyuhyunah…” gumam Gyeol dan Hiu hwi bersama. Tampaknya mereka benar-benar terkejut.
            “Kauini namja, kau ingat ? Apa perlu kita operasi plastik dulu agar kau terlihatpantas mengatakan hal tadi ?!”
            “Apaitu halus ?” celetuk Gyeol tanpa dosa. Ck !
Kyuhyun mendengus “Yak ! Dengarkan Hyung ! Kau ininamja dan kau adalah bagian dari kelaurga Cho ! Dan Hyung mu ini Cho Kyuhyunbagaimana bisa kau ditolak oleh yeoja ? Apa kau bodoh ?”
            “Ani! aku pintal !”
            “Kautahu itu ! Kalau begitu jangan menyatakan cinta lagi ! Kau tahu waktu Hyungseumur diri mu, yeoja yang menyatakan cintanya bukan Hyung sendiri. Itu samasaja menjatuhkan harga diri !”
            “Chincha? Siapa yeoja itu Hyung ?”
            “Aissshh!Aku sudah lupa ! Yang pasti jangan lagi menyatakan cinta pada yeoja yang hanyabisanya jual mahal. Cih, tidak tahu diri harusnya dia merasa bangga bisamendapatkan cinta mu ! Pokoknya jangan lagi menyatakan cinta, yang ada yeojayang menyatakan cinta pada mu, arra ?”
Gyeol diam. Begitu juga Hiu hwi. Tapi bedanya Gyeoltampak serius mendnegarkan khotbah subuh Kyuhyun. Baru kali ini ia melihatHyungnya begitu berkharisma dengan khotbah cinta. Ia tak menyangka jikaHyungnya begitu menawan saat berbicara serius seperi ini, aura pria sejatibegitu terpancar entah cahaya dari mana sedangkan matahari tak nampak sekarang.Jelas di luar hujan. Tapi tetap ia mencetuskan dirinyalah yang lebihberkharisma dibanding siapa pun…karena dirinya adalah “pangelan tampan sejagatlaya” benarkan Noona ku semua? ^^^^
            “Mmmmm! ALLLAAAA!” Gyeol mengangguk semangat

Brak !

            “Yak!” gertak Hiu hwi yang akhirnya entah sudah menit keberapa setelah Kyuhyunmengakhiri khotbahnya tersadar. Mungkinkah wanita ini juga terpana dnegankharisma seorang Cho Kyuhyun ? ^^
            “Kalianini aiissshh ! Yak Cho Kyuhyun bagaimana bisa kau membuat Gyeol terkontaminasi,eoh ?!”
            “Mwo?” sela Kyuhyun tampang polosnya
            “Aissshh! Gyeol itu namja yang baik hati, ia mengerti perasaan yeoja, tapi kenapa kaumalah menyuruhnya sejahat itu ? Kau pikir yeoja harus terus menunggu sampainamja menyatakan cintanya ? Apa harus yeoja dulu yang memulai ? dimana kodratkalian sebagai pemimpin eoh ?”
            “Yak,Lee Hiu hwi …. Ada apa dengan mu ? Apa kau tengah morning sickness ?” tanya Kyuhyun masih dengan tampang polosnya takmengerti, dan parahnya lagi ia menanyakan tentang hal itu. Sejak kapan pria itutahu hal memalukan seperti itu ?
Ah tapi apa benar ia tengah mengalami itu ? Aissshhjinja itu sangat memalukan terlebih pria ini mengetahuinya duluan-______-dimana unsur ibu hamilnya selama ini-_______-

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Didalam mobil suasana hening sebenarnya sejak kejadia tebakan Kyuhyun tadisuasana ini sudah tercetak. Hari ini Kyuhyun dan Hiu hwi mengantar Gyeolpertama kalinya secara bersamaan. Entah, biasanya hanya Kyuhyun yang mengatrGyeol dan langsung pergi ke dorm atau Hiu hwi yang mengantarnya saat Kyuhyunsibuk atau pergi ke luar negeri dan kali ini mereka bersama. Gyeol duduk dibangku penumpang dengan teman kencan seumur hidupnya dan Kyuhyun sera Hiu hwihanya diam atau sekali-kali mencuri pandang.
            “Gyeol,kajja…. Kau disini saja hujan semakin deras” perintah Kyuhyun pada Hiu hwi yangmemang tadi terlihat sibuk menyiapkan payung untuk turun mengantar Gyeol
            “Ani! Aku ingin mengantar Gyeol” tolaknya, sebelum Kyuhyun menceramahinya ia lebihdulu membuka pintu mobil dan membuka payungnya. Kyuhyun mendnegus frustasi,wanita itu selalu saja keras kepala.
Gyeol turun dari mobil dengan payung Hiu hwi dan disusul Kyuhyun yang juga membawa payung. Mereka beriringan mengantar Gyeol,dengan Gyeol yang berada di tengah serta Kyu-Hwi di sampingnya, sepintasseperti keluarga bahagia.
            “Ingatpesan Hyung, eoh ?” kata Kyuhyun mengingatkan Gyeol tentang khotbah subuhnya.
Gyeol mengangguk paham dan senyum manisnya begituikhlas tercetak hanya karena menuruti khotbah tak penting itu-__- Hiu hwi yangsejak tadi diam saja akhirnya naik pitam, dua bersaudara ini membuatnya pusingdan mual saja. Ini sekolah untuk menuntut ilmu bukan untuk menuntut cinta, lagipula Gyeol masih under ten !!!!
            “Yaaakkk! Harusnya kau mengingatkan Gyeol agar belajar yang benar atau jangan berbuatulah ! Tapi kau malah mengingatkan hal yang tidak penting, kau memang takmemiliki sifat seperti Appa”
            “Akumemang bukan Appanya”
            “Tapikau Hyungnya”
            “Arraseo! Haiisshh kenapa kau cerewet sekali sejak tadi. Apa kau benar-benar sedang morning sickness ?”
            “Yaaaakkkkk!!!!!”

Pertengkaran itu harus terjadi dan Gyeol harus menjadipenonton yang tak sendiri, karena beberapa anak ikut melihat bersama denganprang tuanya. Banyak komentar yang Gyeol dengar, seperti menanyakan betapamenyedihkannya hubungan dua orang ini, tak ada romantisnya, menyedihkanbertengkar did epan anak sendiri saat hujan pula. Gyeol menghela nafas danpergi…..
Gyeol berjalan dengan tertunduk, ia masih bisamendengar pertengkaran Hyung dan Noonanya. Ia terus berjalan dan memasangheadfree dan ipod Kyuhyun yang ia curi tadi di mobil. Lantunan musik yang iadengar semuanya memiliki vokal dari orang yang sama, ia mengeluarkan ipodnyamengecek apa pendengarannya masih normal. Matta ! Super junior-___-

Kelas Gyeol ada di lantai paling atas gedung ini,karena gedung bawah di pakai untuk anak kelas terakhir. Dengan malas Gyeolmenaiki tangga sendiri, kemungkinan besar teman-temannya sudah berada di kelas,karena jam sudah menunjukkan lebih dari jam masuk, itu artinya Gyeol terlambat.Tapi itu tak membuat Gyeol menaikan kecepatan jalannya, ia tetap berjalannormal. Namun tak jauh dari kelasnya ia melihat seorang gadis tengah berdiridengan menundukkan kepalanya, memainkan sepatunya maju dan mundur, terlihatgelisah dan ragu. Tanpa harus memastikan Gyeol tahu siapa orang itu, dia tahudari kaki itu. Masih dengan jalan tenangnya Gyeol mendekat, kini ia berada disamping orang itu lalu memandangnya sesaat sebelum akhirnya menarik lengankecil itu kasar. Gyeol membuka pintu tanpa mengetuknya dulu dan membuatkegiatan mengajar terhenti. Semua mata memandangnya terkejut sekaligusprihatin, karena mereka tahu apa yang akan terjadi pada bocah ini. Terlambatpada jam pertama sama saja harus terlambat hingga jam istirah selesai tanpa adajatah makan siang.

            “Joseonghamidasongsaenim… Aku tellambat” seru Gyeol tenag, air mukanya masih sama sepeti taditak berubah dengan ketakutan.
Semua mata masih memandang Gyeol aneh, namja inimengapa masih terlihat tenang padahal ia tahu jurang sedang di depannya. Bukanhanya mereka dan Songsaenim yang mengajar pagi ini, tatapannya begitumengerikan serta bingung dengan keberanian anak didiknya mengakui kesalahannyatapi juga orang yang lengannya ditarik anak ini. Ia terkejut bahkan tak sempatmenundukkan kepalanya hanya untuk melihat betapa beraninya orang yang menariktangannya.
            “ChoGyeol Ah, Song In Hwa…Harusnya kalian tahu sekarang apa yang harus dilakukan”seru songsaenim dnegan nada tenang, bagaimana pun ia harus menghargaikeberanian anak ini.
            “Algeusimida…Keundaesongsaenim, yeoja ini tidak pellu ikut melakukannya. Ini salah ku. Aku yangmembuatnya tellambat dengan mengajaknya belbincang dulu di bawah.Joseongngeo..”
Kali ini semua orang menajamkan tatapannya, bukan hanyakeprihatinan yang didapat Gyeol, melainkan tatapan kagum dari mata yeoja-yeojakecil nan genit di kelasnya. Mereka seperi bertemu dengan super hero….OoohhhhhSuper Gyeol…..
In hwa, gadis si tangan yang ditarik Gyeol melakukanhal yang sama, ia tak percaya namja itu akan melakukannya. Padahal ia ingatjelas bagaimana sikap namja itu kemarin. Ia tak bisa membayangkan harinyasemalaman jika harus bertemu Gyeol, berbagai pikiran buruk menghantuinya. Tapikali ini….
            “Arraseo…Inhwa kau boleh duduk ke bangku mu ddan kau Cho Gyeol Ah setelah hukuman selesaidatang ke ruang songsaenim, arraseo ?”
            Gyeol mengangguk patuh “Nde, songsaenim”

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Hiuhwi terduduk lemas di bangku kantin sekolah setelah pertengkaran panjangnyadengan Kyuhyun tadi, sebenarnya topik pertengkaran sangat miris jika kaliantahu dan di akhiri oleh Hiu hwi yang tiba-tiba saja merasa mual dan muntah dikaos Kyuhyun. Ternyata ia memang sedang morningsickness, tapi anehnya Kyuhyun tak marah. Pria itu malah membantunyamengeluarkan semua isi perutnya dengan memijit tengkuknya. Pria itu juga yangmembantunya memapah ke kantin dan memberinya minuman dan saat ini pria itusedang membersihkan kotoran di bajunya akibat muntahannya tadi.
            “Chogiyo…”  sapa suara yang terdengar asing di telingnya,Hiu hwi mencoba mendongak melihat siapa yang menyapanya saat menyedihkanseperti ini.
            “Apakau wanita yang bersama pria yang bernama Cho Kyuhyun ?” orang itu menatap Hiuhwi aneh, ohhh gosshhh apa ia harus menerima tatapan itu terus ? Tapi tunggusepertinya ia pernah melihat orang ini
            “Aggashiii..”
            “Oh….Joseonggeo…Kau mengatakan apa tadi ?”
            “Apakau bersama Cho Kyuhyun tadi ?”
Hiu hwi menyeringit “Nde”
            “Kaumengenalnya ?”
Ia semakin bingung “Nde”
            “Dimanakau mengenalnya ?”
Ini parah, ia semakin bingung, sebenarnya siapa wanitaini ? “Nde ?”
            “SongHye Eun uisa…”
Suara lain yang menyergapi kebingungan Hiu hwi, iamengenali suara ini, sangat.
            “Oh,Cho Kyuhyun sshi..”
Wanita itu menjabat tanganya Kyuhyun dan tersenyumbegitu manis, ada apa ini ? dalam batinnya Hiu hwi mengumpat kesal, pria inimenjabat tangan wanita lain di depannya tanpa menoleh sekali pun kearahnya, heyapa ia transparan sekarang ?
            “Apayang kau lakukan disini ?” tanya Kyuhyun terdengar akrab
            “Akumengantar anak ku, kau sendiri ?”
            “Kitahampir sama hanya saja adik ku yang bersekolah disini”
            “Oh ?Geureyo ?”
Kyuhyun mengangguk dan tersenyum manis, begitu,sangat. Entah dalam hatinya ia merasakan ke khawatiran dan juga dag dig dugjantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
            “Ahya, Kyuhyun sshi mengenai–––––“
            “Songuisanim, bagaimana jika kita berbincang sambil meminum kopi ? Aku rasa ituterdengar lebih nyaman” sela Kyuhyun terdengar gugup namun masih menampilkanwajah tenang seperti biasanya, dan sayangnya Hiu hwi tak memperhatikankegugupan Kyuhyun.
            “Ahnde, kajja”
Sebelum pergi Kyuhyun menoleh ke hiu hwi memintapersetujuan wanita itu untuk menunggunya, namun yang ditatap hanya sibukmeringiskan perutnya. Tapi batinnya ia merasakan senang ternyata pria itumelihatnya ada diantara mereka, itu srtinya ia tak transparan seperti yangdipikirkannya tadi.
            “Hiuhwi ya, Chankaman…Aku hanya sebentar saja, oke ?” tanya Kyuhyun memastikanwanita itu mau bersabar menunggunya menghilangkan kegugupan yang dirasanya sejaktadi melihat wanita anggun disampingnya sedang berbincang dengan Hiu hwi.
Hiu hwi mengangguk “Berbincanglah” lirih Hiu hwi, iamasih lemas karena muntah tadi. Kyuhyun tersenyum dan mengusap bahu Hiu hwi,wanita itu melihat bagaimana pria itu mengusap bahu wanita yang ditanya tadi,terlihat begitu mengkhawatirkan terlebih ia melihat semua yang terjadi oleh duaorang itu.
Hiu hwi memandang dua ornag yang masih berbincangringin itu dari jauh, ia tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, ia hanyabisa melihat wajah Kyuhyun yang pucat dan lebih terlihat diam dibanding denganwanita itu yang berbicara sejak tadi. Kyuhyun terlihat tertekan. Sampaiakhirnya wanita itu berdiri dan kali ini ia melihat Kyuhyun benar-benartertekan, Hiu hwi mencoba menajamkan pendengarannya yang dibantu olehberhentinya hujan sejak tadi.

            “Terkadang sesuatu yang kecil ituakan mengejutkan Kyuhyun sshi”


Satu kalimat itu yang hanya bisa Hiu hwi dnegar,setelah itu wanita yang di panggil Kyuhyun ‘Song Uisa’ pergi meninggalkannya yangmasih diam tertekan. Ada apa sebenarnya ? Terkadang sesuatu yang kecil itu akan mengejutkan Kyuhyun sshi­–––––apa arti darikalimat itu ? Kyuhyun juga terlihat sangat tertekan sekali, apa hubungan wanitaitu dengan Kyuhyun ? apa ini ada sangkut pautnya dengan–––––

ANNDDWAAAEEEE !!!!!!!!!!!!!

TBC....!!!!!1

AANNYYEEEOOONGGGGGEONNIIIIEEEEDEULLL SEKALIIAAAANNN !!!!!!!!!!!!!! SAEENNGGIIII BACK !!! (stillstill shainee backsond) wkwkwkwk How are you all ???? Great ? *baru belajar*Mian kemarin saeng lenyap heheh bukan karena kena letusan bom atau diculik tapisaeng di kerja rodi banget. Belajar Belajar dan Belajar ! kerja rodika ? hahahatapi karena saeng sayang sama eonnideul sekalian jadi saeng sempetin buat longshoot part ini sebagai membalas rindu pada gyeol dan berbicara typo kalau bukan typo spasi berati emang typo saeng karena note fb lagi aneh XD :* hahaha karena kali inispecial gyeol, untuk para noona gyeol yang merasa fans gyeol silahkan menilaibagaimana gyeol di part ini :) Dan part ini ada cast baru hehehe pasti pada nanya itu maksudnya penambahan cast, siapa itu sebenernya cast...tungggguuu aja dulu :D Nama castnya diambil dari yang kemarin komen hehehe jadi semoga eonni yang namanya ku pakai senang dengan penenpatan castnya walau belum jelas XD sekalagi gomawo yang rajin komen nanti siapa tahu bisa sial masuk ff ini hahaha XD

Merci ^^

Another Love.....Kyu-Hwi [Eottheoke......?] = PART 7

Another Love.....Kyu-Hwi [Eottheoke......?] = PART 7


TITLE                        : ∆NOTHER LOVE
GENRE                      : MARRIED LIFE (MAYBE)
RATING                    : PG-17          
CAST                         : CHO KYU HYUN - LEE HIU HWI


The real story from @fevriercin 

part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=460654983983112&refid=21

part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=457901844258426&refid=21

part 3 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=461558417226102&refid=21

part 4 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464598356922108&refid=21

part 5 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21

part 6 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=475335529181724&refid=21

tambahan buat yang suka baca ff dance music & love

part 1 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=464962263552384&refid=21

part 2 : https://m.facebook.com/note.php?note_id=476380252410585&refid=21


Part 7 (Eottheoke….)

            Hiu hwi melihat pantulan dirinya di cermin, belum banyak berubah. Tubuhnya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada perut buncit seperti wanita hamil. Terang saja karena usia kandungannya masih 2 bulan. Senyum tercetak jelas di wajahnya, entah kenapa ia menantikan moment perubahan tubuhnya. Ia tak sabar melihat perutnya membucit pertanda bayinya tumbuh dengan baik, karena sejujurnya ia tak pernah peduli dengan tubuhnya. Sebelum ia bersama dengan kenangan buruk itu.
            “NNNOOONNNAAAAAA..!!!!” pekikan yang sudah biasa ia dengar kembali menggema seperti biasanya. Gyeol, bocah yang tinggal bersamanya juga Kyuhyun––suami kontraknya. Kehadiran Gyeol sangat berpengaruh untuknya, karena secara tak langsung ia belajar merawat anak kecil.
            Ia melirik jam analog yang ada di samping nakas tempat tidur yang selalu Kyuhyun tempati. Pantas saja suara bocah itu sudah nyaring, ternyata ia sudah pulang sekolah. Semenjak usia kandungannya menginjak bulan ke dua, Kyuhyun melarangnya untuk mengantar-jemput Gyeol karena takut kandungannya lelah. Tentu saja pria itu mengkhawatirkan kandungannya, karena di dalam sana benda hidup tengah bergantung pada tubuhnya. Tapi sayang pria itu hanya khawatir pada benda hidup itu, tidak padanya. Hey memangnya ia siapa ? Hanya istri kontraknya bukan ?
            “Eoh, wasseyo…” Hiu hwi berjongkok di depan Gyeol yang terlihat sangat lelah namun tak pernah luput dnegan senyum manis tercela karena ia baru saja kehilangan gigi taringnya kemarin.
            Gyeol mengangguk semangat dan mencium pipi Hiu hwi “Noona…Gyeol lelah” bocah itu memeluk manja Hiu hwi, menaruh kepalanya di bahu hangat wanita itu. Tempat ternyaman Gyeol di tubuh wanita itu.
            Hiu hwi mengusap lembut punggung Gyeol “Kalau begitu makan dulu baru tidur siang, ok ?”
            Gyeol melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pipi Hiu hwi dengan tangan mungilnya, bocah yang romantis “Gyeol tidak mau tidul siang !”
            “Wae ?”
            “Gyeol mau Popo !” kata bocah itu sambil memajukan bibirnya dnegan seseksi mungkin. Oh lihat bagaimana bibir mungil merah muda itu bahkan bisa maju lebih dari 5 cm.
            Hiu hwi tampak geli melihat tingkah Gyeol yang memang terlewat maxim itu, benar adanya jika Kyuhyun memberikan julukan pada bocah itu “Tubuh minim, otak maxim” karena umur seminim Gyeol pun tahu bagaimana cara merayu wanita untuk meminta ciuman.
            “Tadi merayu lagi, eoh ?”
            “Ani ! Gyeol memang lelah noona.” elak bocah itu semakin mendekatkan jarak wajah mereka
            Hiu hwi melipat silang tangannya di depan dada, menatap bocah itu intens “Kau tahu, dimana pun itu jika lelah ya harus tidur !”
            “Noona tak tahu ? Gyeol itu pangelan yang hanya satu-satunya di dunia ini. Hanya Gyeol yang bisa melakukan apapun dan olang lain tak bisa ! Kalena Gyeol pangelan !”
            “Geurom, Kalau kau pangeran lalu dimana kuda mu ?”
            “Kuda Gyeol sedang tak di sini”
Hiu hwi mengangkat satu alisnya “Eodi ?”
            “SM. Enteltaiment. Supel Juniol. Kuda Gyeol ada di situ.” sombongnya dengan menirukan gaya Hiu hwi, melipat tangan mungil di depan dadanya yang dipaksakan membusung seperti pria sejati, ia tahu itu dari Kyuhyun katanya pria sejati selalu membusungkan dadanya dan mempesona. Tapi anehnya Gyeol menambahkan gayanya itu dengan bibir mungil yang maju lebih dari tadi.
            “Nugu ?”
            “Noona tak tahu ? Kuda Gyeol itu sangat telkenal noona, tapi sayang ia terlalu gemuk” kali ini bocah itu menirukan gaya badut dengan membusungkan perutnya yang yah bisa di bilang buncit seperti garlfield si kucing malas dan menepuk-nepuknya. Sangat mirip seperti Ahjussi tua yang sudah bersejarah.
            Hiu hwi tergelak karena Gyeol menirukan banyak tingkah yang konyol, ini salah satu arti kehadiran Gyeol di rumah ini, selalu membuatnya ringan setiap harinya. Berbeda sekali dengan Hyungnya, yang kaku dan tak berperasaan.
            “Kau sedang mengatai Hyung mu sendiri, eoh ?”
Setelah mendengar perkatan Hiu hwi, Gyeol tergelak karena wanita itu salah sangka. Siapa juga yang mau membicarakan orang menyebalkan itu. Gyeol berdecak pinggang dan mundur beberapa langkah.
            “Yak ! Noona ! Siapa yang membicalakan Appa kucing itu !” yah itu adalah panggilan Gyeol pada Kyuhyun karena setiap Kyuhyun selesai makan pria itu akan duduk di sofa lalu memainkan PSP atau laptopnya. Kyuhyun Appa kucing, dan dirinya Anak Kucing. Karena mereka sama.
            “Eoh….” Hiu hwi linglung
            “Kenapa di pikilan mu hanya ada Appa kucing menyebalkan itu ? Jangan katakan kalau Noona melindukan Hyung ? Aish ! Cinca ! Noona ! Kenapa halus Hyung, kau tak lihat di depan mu ini ada Pangelan tampan yang dengan sukalela memeluk mu bahkan ia membelikan bibil telseksinya pada mu. Noona kau sungguh kelewatan” inilah kebiasaan Gyeol yang juga sama dengan Kyuhyun, cerewet.
            “Kau tahu, kau terdengar seperti pangeran murahan. Mana mungkin pangeran seperti, seharusnya kau melindungi semua yang kau miliki, Gyeol”  kini giliran Hiu hwi yang cerewet menyudutkan sang Pangeran anak kucing itu. Gyeol tampak tak berdaya seakan SKATMAT dengan ucapan Hiu hwi. Apa benar ia terdengar seperti itu ?
            “Noona jangan salah sangka, Gyeol hanya melakukan itu untuk Noona. Tapi kalena Noona sudah menolak…Geure jangan halap Noona mendapatkannya sekali pun Noona bellutut di kaki emas Gyeol. Arrachi ?!” KLOP ! muncullah sifat yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat mirip dengan Kyuhyun. Pria diktator ! Gyeol mengambil tasnya yang tadi ia buang sembara di bawah sofa dan berjalan meninggalkan Hiu hwi yang masih diam. Ia menghentakkan kakinya kesal dan susah payah menggapai daun pintu kamar, Hiu hwi yang kasian pun akhirnya bangkit
            “Gyeol tak butuh bantuan Noona !” katanya dingin, Hiu hwi terperangah. Ini pertama kalinya bocah itu berbicara dingin padanya, biasanya bocah itu hanya seperti itu pada Kyuhyun jika sedang bertengkar. Sebelumnya Gyeol tak pernah marah padanya.
BBBRRAAKKK !
            “Gyeolll….” lirih Hiu hwi memanggil bocah itu dari luar, bisa saja ia masuk ke kamar karena bagaimana pun itu juga kamarnya dan tak di kunci pula.

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Malam datang dan Kyuhyun sudah kembali ke Apartemen tepat jam makan malam. Entah kenapa akhir-akhir ini ia sering pulang cepat. Hiu hwi tampak terduduk lemas di meja makan tak berselera dengan makanan yang di buatnya sendiri. Kyuhyun bahkan melahapnya dengan nikmat, tapi ia enggan.
            “Waeyo ? Kenapa wajah seperti ibu babi yang kesepian seperti itu ?” tanya Kyuhyun masih dengan makanan di dalam mulutnya, bahkan keluar beberapa. Sungguh jorok pria ini.
            Hiu hwi memilih diam tak meladeni teguran pria itu, karena kesal bagaimana bisa pria itu tak menyadari sesuatu celah diantara mereka.
            “Yak ! Aku sedang bertanya pada mu. Kenapa kau tak memakan makanan mu ? Kau tak suka ? Lalu kenapa memasaknya ? Menghabiskan uang ku saja !” Kyuhyun terus berbicara yang menurut Hiu hwi persisi seperti Ahjuma-Ahjumma yang sedang kehilangan uang bulanan dari Nampyeon-nya atau mungkin sedang menawar sayuran yang memang sudah pas harga namun tetap di tawar, dasar Ahjuma….
            “Aku akan membujuk Gyeol lagi” Hiu hwi tampak pasrah karena pusing mendengarkan ocehan Kyuhyun yang masih sama, seputar prioritas berbelanja. Ia bangkit dengan tumpuan ujung meja karena terlalu lemas untuk berdiri, Kyuhyun yang melihatnya risih berniat membantu namun wanita itu sudah berjalan walau tampak memaksakan.
            “Eoh, Gyeol ? Kemana bocah itu ? Kenapa tak ikut makan bersama ? Apa ia mendahului ku lagi memakan masakan yang lebih enak ?” tanya Kyuhyun yang melihat Hiu hwi di depan ointu kamar mereka
Hiu hwi menoleh malas dan tersenyum kecut “Bahkan kau baru menyadarinya” gumamnya kesal. Ia mengetuk pintu dan memanggil nama Gyeol, tapi tak ada sahutan. Ia khawatir karena bocah itu pun belum makan sejak siang tadi sama sepertinya. Hiu hwi akhirnya membuka pintu dan disambut dengan kegelapan. Bocah itu berani dengan gelap ?
Hiu hwi berjalan dengan hati-hati karena takut menginjak benda di lantai. Ia melihat ke arah tempat tidur yang terdengar suara bising tertahan. Ia melihat sebuah cahaya di sana, tapi sayang tertutupi selimut. Pantas saja bocah itu berani tak menghidupkan lampu kamar ternyata ia mendapatkan penerangan dari PSPnya, dan suara bising itu tentu saja bocah itu tengah sibuk dengan benda kesayangannya.
            “Gyeol-ah…..” lirih Hiu hwi yang sudah terduduk di tempat tidur, ia mengusap selimut bercaha itu dan mendpaat reaksi penolakan karena cahaya itu berpindah membelakanginya.
            “Kau masih marah ?”  suaranya terdnegar sangat menyedihkan, ia lelah karena kelaparan namun tak nafsu mengingat bocah ini pun sama sepertinya. Ia merasa seperti sudah memiliki ikatan tali yang kuat dnegan bocah itu, ia menyayangi bocah ini.
            “Gyeol-ah….Mianhae….” ia mengusap punggung kecil itu dengan lembut tapi tetap saja mendapat penolakan. Ia menyerah, dibaringkannya tubuh lemas itu di tempat tidur, ia juga ingin berbaring. Ia menghadapa Gyeol yang masih memunggunginya.
            “Gyeol…Mianahae…” Bahkan kini ia merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukan hangatnya, ia rasa suhu tubuhnya meningkat.
Gyeol menegang karena Hiu hwi memeluknya, wanita itu berani melakukan skinship yang biasanya ia lakukan duluan. Saat ini kekesalannya masih berdominan, karena wanita itu dengan terangnya menolaknya.
            “Kau tahu, Noona bahkan tak makan sampai sekarang karena memikirkan mu yang marah. Noona takut kau sakit, tapi Noona juga tak mau kau semakin marah karena Noona. Gyeol-ah Mianhae….”
            Gyeol langsung membalikkan badannya dan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya tadi, kini cahaya selimut itu sudah tak tertahan untuk keluar.
            “Noona.. Paboya ?” pekik Gyeol terperangah
            “Eoh ?”
            “Wae ? Halusnya Noona makan saja belsama Hyung. Kalau Noona sakit bagaimana ? Noona mau membuat Gyeol mati kalena melihat Noona sakit, eoh ? Noona halus makan sekalang” Gyeol menarik tubuh Hiu hwi untuk berdiri walau pada kenyataannya ia tak akan pernah bisa. Benar-benar tak menyadari keadaan.
            “Arra… Kalau begitu Gyeol sudah tak marah, eoh ?”
Gyeol menggeleng semangat dan tersneyum “Ani ! Gyeol tak malah pada Noona, tak akan pelnah. Walau Noona menyakiti Gyeol bagaimana pun Gyeol tidak malah, Gyeol sayang Noona”
Hiu hwi terharu mendengar kata-kata bocah umur 6 tahun ini. Ia tak pernah mendapatkan kata-kata manis seperti itu sebelum mendapatkan scent hidup yang gelap ini. Dulu ia sangat sering mendengarnya, namun entah mengapa ia menjadikan trauma sendiri setiap ada pria yang berkata manis seperti itu padanya. Hampir semua pria yang pernah menyetubuhinya selalu berkata manis untuk mendapatkan pelayanan lebih, namun ia menganggapnya hanya angin berhembus. Seumur hidupnya hanya pria itu yang pernah berkata dengan begitu tulus, bahkan begitu tulusnya sangat memungkin untuk berkhianat.
            “Noona…Wae ? Uljima…” Gyeol terkejut karena Hiu hwi meneteskan air matanya setelah memandangnya dalam diam. Ia tak mengerti, wanita itu dengan berfikir apa. Gyeol mengusap pipi putih Hiu hwi dnegan lembut dan menarik kedua ujung bibir tipis itu keatas, mengukir sebuah senyum hambar namun menurutnya teramat manis.
            “Gyeol-ah … boleh Noona mencium mu ?” KLAP ! Gyeol terbelalak mendnegar pertanyaan Hiu hwi yang terdengar serius. Dan seketika senyum sumringah tercetak jelas di wajah pervert-nya. Dasar bocah…..
            Gyeol mengangguk semangat “Tentu” ia menutup matanya rapat dengan sneyum yang tak pernah lepas. Hiu hwi terkekeh geli melihatnya, ternyata bocah ini begitu mengharapkannya. Selama ini ia melarang Gyeol menicum bibirnya, hanya sebatas pipi.
            “Jangan senyum terus, Noona susah untuk mencium mu” kata Hiu hwi yang langsung disambut Gyeol dengan memajukan bibir mungil seksinya. Tampak snagat bersemangat dengan panjang lebih dari maxim, dasar bocah minim.
            Hiu hwi mendenkatkan wajahnya siap untuk mencium Gyeol, pipi bocah itu tampak memerah karena malu. Hiu hwi menagkup pipi chuby Gyeol dan ………..
            “YYYYAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!!”
            “MMWWOOOOYYYAAAA!!!!!!!!!!!!”
Sebuah kejutan terjadi ditengah suasana romantis di bwah temaramnya lampu yang gelap dan suasana sepi yang mendukung adegan romantis itu terjadi. Teriakan yang sangat kencang menggugurkan segalanya. Hiu hwi langsung membuka matanya dengan posisi wajah 3 cm di depan wajah Gyeol, begitu pun dnegan bocah itu yang sudah terbelalak duluan. Mata kecilnya yang dipaksakan membesar membuatnya terlihat seperti -----kecil yang malang. Mereka serempak menoleh ke sumber teriakan itu terdengar, hanya terdapat sebuah semburan cahaya yang terbentu dari pintu kamar yang terbuka lebar. Di sana m,ereka melihat penampakan sosok makhluk yang tampak dengan nafas tersenggalnya. Makhluk itu berjalan mendekat dan Gyeol merasakan ketakutan yang menjalar di tubuhnya cepat. Semakin mendakat hingga….

            “GGOOOCCHHHAAAA!!”
            “HHHUUUUWWWAAA!!”

Gyeol menjerit ketakutan hingga beringsut masuk ke selimut lagi sambil bergumam “Eomma…Eomma…” ia memang takut dengan hal yang berbau mistis. Terlebih lagi tadi ia di kejutkan dengan kehadiran sosok dengan cahaya di depan wajahnya, tampak seperti hantu sungguhan. Hiu hwi memberikan tatapan tak percaya pada sosok itu, terlalu kekanak-kanakan. Setelah membuat anak kecil ketakutan, sosok itu tertawa puas sampai jatuh ke lantai. Gyeol di dalam sana terhenti dari ketakutannya, ia mendengar suara tawa. Dan ia tahu siapa itu. Merasa dibodohi , ia langsung membuka kasar selimut lalu memastikannya. Benar bukan. Kyuhyun !
            “Aissshhhh ! Cinca ! Hyungggg!!!!!” Gyeol berteriak frustasi selain dibuat takut, pria itu juga merusak moment romantisnya dengan wanita idamannya. Cinca !
            “Abaikan saja Gyeol..” gumam Hiu hwi bangkit dari duduknya dan menarik Gyeol keluar, ia tak mau membuang waktu lagi untuk mengisi perutnya. Sungguh ia kelaparan.
            “Dasar pengganggu !” cetus Gyeol dan…
PLEETTAAKK!
            Kyuhyun seketika berhenti tertawa dari kepuasaannya. Hening. Kepalanya sakit. Gyeol menjitaknya. Bocah setan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!11
            “YYYYAAAKKK!!!!”

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Hari minggu datang, seperti biasa Gyeol dan Hiu hwi akan pergi ke taman untuk bermain sepedah atau berjalan-jalan saja. Harusnya pagi ini mereka ke taman bertiga, namun Kyuhyun terpaksa menyusul karena urusan mendesak, dan sampai hari menjelang siang makhluk itu belum muncul batang hidungnya. Hari ini tak banyak yang dilakukan Gyeol, ia hanya bermain sepedah, belajar main basket bersama temannya dan meminta Hiu hwi ke kedai es cream. Pasti ujungnya harus merogoh dompet jika pergi bersama bocah itu.
            “Hyung belum muncul juga ?” tanya Gyeol masih sibuk dengan es cream di depannya. Ia sama persis dnegan Kyuhyun, jorok sekali berbicara sambil makan.
Hiu hwi membersihkan sisa es cream di pipi Gyeol “Sepertinya Hyung tak datang”
            “Sudah Gyeol duga, tadi pagi Hyung hanya motif saja”
Hiu hwi menaikkan satu alisnya, bingung “Motif ?”
Gyeol mengangguk masih memakan es creamnya “Hyung hanya mencali pelhatian Noona, sejak kapan Hyung mau keluar lumah jika hali libul. Hyung itu pemalas sejak lahil kata Eomma” sungut Gyeol dengan memajukkan bibirnya kesal, ia tahu betul bagaimana menjelek-jelekan Kyuhyun di depan Hiu hwi.
            “Eoh… Geureyo ?” Hiu hwi melayani sungutan Gyeol yang selalu bersemangat jika menjelekkan Kyuhyun, ia gemas dengan bibir seksi yang maju lebih 5 cm itu.
            “Geure ! Jadi Noona jika tak ada Gyeol di lumah jangan gampang tellayu dengan Hyung. Ia sangat belbahaya”
            “Memangnya Gyeol akan meninggal Noona ?”
Gyeol langsung mengangkat kepalanya dan membersihkan sisa es cream di mulutnya, ia mengacungkan tangan kanannya “ Gyeol tak akan meninggalkan Noona ! Gyeol janji !”
            Hiu hwi tergelak tawanya lagi melihat bocah itu kembali berrtingkah konyol, ia selalu nyaman berada di dekat bocah ini. Ia menyayangi Gyeol seperti adiknya.  Namun seketika ia menyadari sesuatu, melupakan hal yang dulu ia incar. Sesuatu…. Kenapa ia sampai lupa …!!
            Sementara itu di sebrang jalan sana sebuah mobil sport hitam tengah mengawasi dua orang yang asik bercengkrama layaknya keluarga. Dari ekor mata yang tertutupi layar hitam ia memandang sayu. Beberapa kali Ia menghela nafas berat, rasanya hari ini sungguh memberatkan. Benarkah ia berubah karena wanita itu ? Memang dibagian mana ia berubah ? Ia tetap merasa menjadi dirinya sendiri. Tapi pada nyatanya orang lain berkata lain, ia berubah. Dan itu membahayakan semua yang di rancangnya dulu secara matang. Hanya beberapa waktu saja bersama wanita itu, ia merasakan dirinya baru. Ia tak mengerti. Tapi tuntutan memaksanya. Dan ia harus melakukannya. Ia harus memilih. Dan ia memilih kepastian yang di harapkannya. Bukan sesaat namun selamanya. Ia sudah memilih, kembali ke awal dan secepat mungkin mengakhirinya.

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Pada dasarnya seseorang tidak akan menyadari kehadiran musuh karena ia terlalu sibuk dengan rencana yang menurutnya matang. Dan saat musuh menyerang, ia tak berdaya.

            “saus..daging dan…..” gumam Hiu hwi membaca nama-nama barang yang ada di depan konter. Ia sedang berbelanja di super market yang tak jauh dari Apartement, malam ini ia akan memasak spesial karena Gyeol sedang ulang tahun. Pagi tadi ia sudah memberikan kejutan pada bocah itu, dan sudah diduga bocah itu tampak terkejut dengan teriakan histerisnya mendapatkan PSP baru yang dibeli Hiu hwi minggu lalu.
            “Gamsahamnida”
Hiu hwi membawa belanjaan dan merogoh saku mantelnya meraih ponsel untuk menghubungi Kyuhyun agar pulang cepat. Karena pagi tadi Kyuhyun belum memberikan ucapan ataupun kado untuk Gyeol.
            “Yeobseyo..”
            “Eoh..Yeobseyo… Kyuhyun-ah”
            “Hmm…”
            “Pelung cepat, eoh ?”
            “Mwondae ?”
            “Yak ! Kau tak ingat hari ini…”
            “Aku sibuk ! Aku tutup !”

PIP

            “Eoh …” Hiu hwi termangu tak mengerti dengan pria itu, sudah seminggu tak pulang ke Apartement bahkan tak menghubungi sekedar menanyakan kabarnya. Yah ia tahu itu mustahil, tapi setidaknya pria itu menanyakan bayi yang di kandungnya bukan ? mengingat bagaimana saat pertama kali ia memberitahu dirinya hamil, pria itu begitu terlihat bahagia. Bahkan sebelumnya pria itu tak pernah menolak saat ia meminta macam-macam karena bawaan bayi, tapi sekarang sebelum ia meminta pun pria itu sudah menghindarinya dulu. Terlihat menolak.
            Hiu hwi berjalan santai melewati beberapa gang yang merupakan jalan pintas ke Apartement. Suasana sore yang hangat namun masih terasa dingin membuat Hiu hwi nyaman karena ini yang diinginkannya saat ini, seimbang. Saat ia menikmati keseimbangan udara sesuatu menarik tangannya kasar hingga ia terjatuh. Hiu hwi meringis kesakitan dan ingin memaki si pelaku. Ia mendongak ingin memaki namun tertahan….
            “Apa kabar nona Cho” sapa orang itu, dengan topi yang menutupi mata serta kaca mata hitamnya semakin kontras menakutkan. Walau begitu Hiu hwi tampak sangat kenal orang itu, Ya ia tahu siapa itu.
            “Mau apa kau ?!” Hiu hwi ketakutan, entah mengapa ia merasakan rasa itu setelah sekian lama tak bertemu. Bahkan selama ini ia mencoba melupak wajah itu, tapi pada nyatanya wajah itu kembali muncul. Ia takut…
            “Lama tak bertemu….” sosok itu tersenyum miring menakutkan. Ia merogoh saku jaketnya dan melemparkan selembar foto di depan wajah Hiu hwi yang masih dnegan wajah takutnya, walau terlihat juga garis garangnya.
            Hiu hwi memungut foto itu dan melihatnya. Disana, sebuah taman bermain di samping gedung yang menjalar ke segala arah membentuk persegi saat musim dingin. Sepintas tak ada yang menarik dari foto itu, lalu ia kembali fokus melihat setiap titik tempat di foto itu. Selancar…Jungkat-jungkit yang dimainkan anak-anak kecil dengan pakaian bermotif senada dan Ayunan…………………….Hiu hwi mendongak
            “Kau masih mengingatnya bukan ?” tanya sosok itu yang tahu arti tatapan Hiu hwi setelah melihat foto yang diberikannya. Ia senang karena inilah tujuannya
            “Apa maksud mu dengan ini semua ?” Hiu hwi dengan bibir bergetarnya karena masih merasa takut dengan kedatangan sosok itu dan foto ini. Tentu saja ia tahu foto ini.
            Sosok itu tertawa singkat dan bersimpuh di depan Hiu hwi yang masih tergeletak di tanah, ia pastikan pakaian wanita itu sudah tak seindah yang dilihatnya saat di depan Apartement tadi. “Kau tak merindukannya ?”
            Hiu hwi membeku, tatapannya tampak seprti seekor binatang yang ingin menerkam mangsanya walau dalam keterkejutan. Ia memalingkan wajahnya dari sosok itu dan kembali melihat foto itu. Ayunan…. Persetan dengan ayunan bukan itu maksud dari pertanyaannya, tapi sebuah benda hidup disana. Termangu dengan wajah tertunduk, pakaian yang sama dengan orang-orang lain yang begitu tampak bahagian tapi tidak dengan yang satu itu. Tak ada yang menemaninya, sosok itu sendiri, rambutnya terlihat taak terawat, dan balutan kain di kepalanya, sepertinya terluka. Dan itulah alasan yang membuat Hiu hwi semakin membeku, rasanya ia ingin menangis.
            “Bukankah…….” Hiu hwi tercekat saat ingin mengucapkan kata itu, ia tak kuasa kembali membuka memori yang sudah ia kubur lama. Kejadian yang membuatnya seperti manusia frustasi tak tentu arah. Ia seperti pelaku yang kembali terkuak, memori indah dan mengerikan mengkhianatinya dan keluar kembali. Ia mengingat itu…
            “Dia masih hidup”
DEG !
            Bahkan pria ini tak bisa membuatnya cukup dengan rasa keterkejutannya dan juga tak berdayanya ia kembali menguak memori itu. Ia tak percaya ini… Bagaimana bisa…
            “Dia masih hidup, Lee Hiu hwi.”
            Cukup ! rasanya Hiu hwi ingin sekali berteriak di depan wajah memuakan itu. Ia tak ingin mengingatnya. Percuma saja. Hidup atau tidak ia tetap tak ingin tahu. Tapi begitu kejamnya kah tuhan padanya sampai perasaan tak ingin tahu itu terselipkan dengan memori indah bersama benda hidup itu. Canda dan tawa yang ia alami di tengah keterpurukan hidup bersama pria ini dalam jurung nista. Ya, saat itu ia masih bisa tersneyum dan tertawa dengan kehadiran benda itu, tapi lagi saat ia menyadari bagaimana ia membutuhkan kehadiran sosok itu satu lagi memori terselip, memori mengerikan. Ia bingung. Isak tangis yang mulai terdengar dari mulut khianat ini rasanya tak pantas jika mengingat bagaimana brengseknya ia dulu. Disaat sosok itu kesakitan meminta pertolongannya, memanggil namanya dalam sakit ia pura-pura tak mendengar. Ia mementingkan dirinya sendiri. Keluar dari maut dan menyaksikan bagaimana sosok itu terus memanggilnya, ia tampak acuh. Tak peduli darah yang mengucur dari kepala kecil itu, ia hanya bisa menjerit memanggil nama itu, ia juga ingin menggapai tangan yang menjulur padanya. Terjepit dan tersesak di dalam sana. Ledakan yang terdengar kencang membuat keegoisan itu hancur. Bukan lagi jeritan dalam hati melainkan jeritan nyata, bahkan ia masih sempat mendengar namanya terpanggil dari bibir kecil itu.

            Hiu hwi Noona…..

            “AAARRRGGGHHH”
            “ANNNIII !!!! ANNNIIIYYAAAA !!!! ANNNIIIIIYYAAA !!!!”
Hiu hwi menjerit histeris mengingat itu lagi, ia mengingat lagi dua memori yang sudah berhasil ia kubur. Sosok dihadapannya tersenyum kecut merasa ia telah berhasil, rencananya berhasil. Ia mengusap rambut halus Hiu hwi yang masih menjerit histeris ketakutan. Tangannya yang menutup kedua telinganya seolah tak ingin mendnegar suara itu, ia tahu suara apa karena ia tahu apa yang terjadi dengan memori itu. Terus menerus Hiu hwi memukul dadanya sesak, dan menutup telinganya mendnegar suara panggilan itu. Ia tak ingin mendengar suara itu sungguh…ia tak kuat rasanya….nyeri sekali…
Sosok itu kini bahkan berani membawa tubuh frustasi Hiu hwi ke pelukannya berbisik seolah ia adalah orang yang paling mengerti bagaimana perasaan wanita itu.
            “Waeee… Waee ?!!!” jerit Hiu hwi lagi ia semakin menunjukan bagaimana keadaan dirinya yang kacau balau dengan memori itu. Ini adalah De’ javu. Ia ingat pernah seperti ini. Ya saat kejadian itu.
            “Hiu hwi ya…”
Hiu hwi memukul dada sosok itu kesal dan marah, kenapa pria itu tega membuka memori yang sudah ia kubur. “Waaeee !!!!” jerit Hiu hwi lagi
            “Hiu hwi…”
            “Eottheoke………” Apa yang harus dilakukannya …….

            ▓▓▓▓▓▓▓∆nother Love▓▓▓▓▓▓▓

            Semuanya akan rumit akhirnya…..

            Kalimat yang selalu terngiang di hari-hari kyuhyun seminggu terakhir ini. Hanya satu, tapi berdampak sampai sekarang. Entah ia mengikuti arah kalimat itu kemana atau diam seperti benda mati. Ia juga tak mengerti dengan dirinya saat ini. Tak pulang ke Apartemen dan memberi kabar pada orang-orang disana. Rasanya sesuatu tengah hilang dalam hidupnya, tapi ia tak tahu.
            Pemandangan malam di pinggir jalan Gangnam inilah yang hanya bisa menemaninya. Temarang lampu yang berkelap-kelip dan juga dentuman music di setiap toko pinggir jalan ini. Ia menimati malam itu, dengan menutup matanya dan terbang pada dunia angin dalam gelap matanya. Rasanya ia ringan sekali di kegelapan itu, ia ingin seperti itu tidak seperti sekarang. Semua terasa berat.
            Dalam tubuhnya ia merasa sangatlah lelah, ingin rasanya mencari tempat untuk bersandar tapi tak tahu dimana. Hatinya sunyi, rasanya ingin mencari keramaian itu tapi tak tahu dimana. Tulangnya kaku, rasanya ingin mencari kebebasan tapi tak tahu dimana. Bibirnya kelu, rasanya ingin mencari tempat yang menampung itu tapi tak tahu dimana. Ia tak tahu. Ini smeua tak tentu arah, tubuhnya bergerak tapi tak tahu untuk apa. Rasanya hidup sangatlah berat baginya, ia belum siap. Ini melebihi kejadian waktu itu, tapi ia tak tahu apa yang terjadi.

            Bisakah kau menunggu hanya beberapa bulan, ku rasa itu tak terlalu lama. Tolong jangan terjerumus, kyuhyun ah……

            TOLONG. Rasanya ingin ia berteriak itu setiap bertemu semua orang yang di kenalnya. Ia ingin meminta bantuan dengan derai air mata namun tak mampu. Sudah dikatakan tulangnya kaku, bibirnya kelu dan tubuhnya lelah…Jadi apa yang harus dilakukannya …..
            Kesepian kyuhyun yang masih menikmati malam dengan mata tertutup seolah nyamannya terbang pada dunia gelap matanya, tak menyadari sesuatu. Sorot mata yang masih sama seperti dulu, namun entah kali ini terlihat begitu prihatin melihat sosok kesepian itu. Air mata yang sudah mengalir deras rasanya masih belum cukup untuk menatap tubuh itu. Hatinya nyeri melihat sosok kyuhyun yang terlihat begitu kurus dan wajah pucatnya, ia tahu pria itu tengah menahan sakit. Tapi apa yang bisa ia lakukan, statusnya bukan siapa-siapa bagi dunia nyata. Pria itu sudah tak sendiri, dan mungkin jika ia muncul dunia nyata pria itu akan hancur. Tapi bukankah selama ini kehadirannya membuat sosok itu hancur. Jadi apa yang harus ia lakukan….

            Aku tak tahu apa yang membuat mu begitu kurus kyuhyun ah… itu tak penting lagi bagi ku karena aku tahu kau tak akan membaginya pada ku. Kehadiran ku adalah kehancuran untuk dunia nyata mu…. Disini lihatlah di sini… Aku di sini kyuhyun ah…. Aku sangat merindukan mu…..

TBC.....

SAAEENGGIIIEE BACK  (still shinee backsound) Eotthe ? Nyambung ga sih ? saengi ga tau hahaha XD tapi gomawo udah mau baca XD JANGAN LUPA RCL ! Tidak Coment juga gapapa sih ga maksa soalnya takut nanti dikira Saengi gila coment gila hahaha XD Tapi bakalan ada kejutan khusus buat comentners (hahaha) yang selalu absen di ff ini, jadi saat ini rajin-rajinlah komen karena di part selanjutnya bakalan ada yang WOW ! sekarang belum, tapi kayaknya gaje nih yang sekarang hehehe MIANHAEE….. J Ah ya yang tanya Luving Distance a.k.a Luving You tunggu kelas salah satu FF saengi ya hehehe XD

MERCI … ^^